Bulog: OP dan Raskin Mampu Tekan Harga Beras
Minggu, 28/02/2010 14:36 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Perum Bulog mencatat hingga penghujung bulan Februari 2010 harga beras semakin 'jinak' dibandingkan dengan periode bulan Januari 2010. Operasi pasar (OP) dan penyaluran beras (raskin) yang sudah diberikan secara merata menjadi pemicu penurunan harga beras di Tanah Air.
Berdasarkan data Bulog realisasi penyaluran beras miskin (raskin) sampai dengan 25 Februari 2010 mencapai 348.111 ton dilaksanakan di seluruh provinsi. Sedangkan untuk OP Beras sampai dengan akhir Februari 2010 telah dilaksanakan di 10 provinsi dengan total penyaluran sebanyak 2.592 ton, OP lebih banyak terjadi di Indonesia Timur.
"Dalam rangka pengendalian harga beras awal tahun 2010, Perum Bulog telah mempercepat penyaluran raskin, yaitu mulai bulan Januari 2010 atau lebih cepat dari tahun 2009 yang baru dimulai pada Februari 2009, dan melaksanakan Operasi Pasar (OP) dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP)," jelas laporan divgasar Perum Bulog yang dikutip detikFinance dari situs Bulog, Minggu (28/2/2010).
Jumlah penyaluran raskin yang sudah merata di seluruh Indonesia serta pelaksanaan OP telah mampu mengerem kenaikan atau bahkan menurunkan harga beras eceran di beberapa daerah.
Harga beras medium di tingkat grosir Pasar Cipinang Jakarta, telah mengalami penurunan mulai Minggu I Februari 2010. Bahkan pada 25 Februari 2010, harga beras jenis IR-64 turun Rp 100 per kg dari harga sebelumnya.
Kenaikan harga beras diperkirakan masih akan mempengaruhi inflasi pada bulan Februari 2010 dengan besaran yang relatif lebih kecil dari Januari 2010. Hal ini meski di beberapa daerah telah mengalami penurunan, secara umum rata-ratanya masih naik.
"Diperkirakan harga beras akan mulai signifikan turun dan menjadi faktor deflator mulai bulan Maret 2010 karena panen padi di beberapa daerah juga akan mulai meluas," jelas laporan tersebut.
Seperti diketahui kenaikan harga beras mulai akhir Nopember 2009 disebabkan oleh terjadinya penurunan pasokan dari daerah produsen khususnya di Pasar Cipinang.
Kekurangan pasokan ini disebabkan mundurnya masa tanam dan panen sehingga stok gabah di petani dan penggilingan lebih cepat habis. Disamping itu juga adanya dampak psikologis kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2010 sebesar 10%.
(hen/dru)
Berdasarkan data Bulog realisasi penyaluran beras miskin (raskin) sampai dengan 25 Februari 2010 mencapai 348.111 ton dilaksanakan di seluruh provinsi. Sedangkan untuk OP Beras sampai dengan akhir Februari 2010 telah dilaksanakan di 10 provinsi dengan total penyaluran sebanyak 2.592 ton, OP lebih banyak terjadi di Indonesia Timur.
"Dalam rangka pengendalian harga beras awal tahun 2010, Perum Bulog telah mempercepat penyaluran raskin, yaitu mulai bulan Januari 2010 atau lebih cepat dari tahun 2009 yang baru dimulai pada Februari 2009, dan melaksanakan Operasi Pasar (OP) dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP)," jelas laporan divgasar Perum Bulog yang dikutip detikFinance dari situs Bulog, Minggu (28/2/2010).
Jumlah penyaluran raskin yang sudah merata di seluruh Indonesia serta pelaksanaan OP telah mampu mengerem kenaikan atau bahkan menurunkan harga beras eceran di beberapa daerah.
Harga beras medium di tingkat grosir Pasar Cipinang Jakarta, telah mengalami penurunan mulai Minggu I Februari 2010. Bahkan pada 25 Februari 2010, harga beras jenis IR-64 turun Rp 100 per kg dari harga sebelumnya.
Kenaikan harga beras diperkirakan masih akan mempengaruhi inflasi pada bulan Februari 2010 dengan besaran yang relatif lebih kecil dari Januari 2010. Hal ini meski di beberapa daerah telah mengalami penurunan, secara umum rata-ratanya masih naik.
"Diperkirakan harga beras akan mulai signifikan turun dan menjadi faktor deflator mulai bulan Maret 2010 karena panen padi di beberapa daerah juga akan mulai meluas," jelas laporan tersebut.
Seperti diketahui kenaikan harga beras mulai akhir Nopember 2009 disebabkan oleh terjadinya penurunan pasokan dari daerah produsen khususnya di Pasar Cipinang.
Kekurangan pasokan ini disebabkan mundurnya masa tanam dan panen sehingga stok gabah di petani dan penggilingan lebih cepat habis. Disamping itu juga adanya dampak psikologis kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2010 sebesar 10%.
(hen/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
