Kesimpulan Akhir Pansus Century Tak akan Guncang Pasar
Minggu, 28/02/2010 15:55 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Pasar saham dan keuangan diyakini tidak akan bergejolak terkait kesimpulan akhir Pansus Hak Angket Kasus Bank Century pada Selasa 2 Maret 2010 pekan depan.
Pasar tidak akan terpengaruh meski dalam kesimpulan akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dinyatakan sebagai orang yang bertanggung jawab dan dapat diberhentikan dari jabatannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi dari ECONIT Hendri Saparini dalam sebuah diskusi yang bertemakan Memprediksi Rekomendasi Akhir Pansus Century di Rumah Perubahan, Panglima Polim, Jakarta Minggu (28/02/2010).
"Jika melihat dari proses awal Pansus dibentuk hingga menjelang kesimpulan akhir besok, masyarakat dan para pelaku industri keuangan maupun di pasar saham dapat menilai sendiri. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) maupun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak akan mengalami penurunan," ujar Hendri.
Ia menjelaskan, pasar saham tidak akan bergejolak dikarenakan masyarakat dan para pelaku bisnis dapat melihat secara jelas dimana dalam proses Pansus memang terdapat masalah dalam penyelamatan (bailout) Bank Century.
"Proses Pansus dalam dua bulan ini ditemui banyak sekali penyimpangan dalam proses bailout. Dan masyarakat secara terang benderang sudah dapat melihat hal tersebut," tuturnya.
Pasar saham, lanjut Hendri menginginkan kondisi sistem ekonomi yang jauh dari pelanggaran-pelanggaran. Menurutnya, jika Pansus dapat menindaklanjuti orang-orang yang telah melakukan pelanggaran maka seluruh pelaku industri keuangan sampai kepada pasar saham dan masyarakat akan memberikan apresiasi penuh terhadap proses tersebut.
"Jadi tidak ada hubungannya IHSG turun dan Rupiah yang anjlok terkait kesimpulan akhir," tambahnya.
Lebih lanjut Hendri mengatakan, Pansus pada dasarnya ingin mengembalikan kredibilitas Bank Indonesia dan pemerintahan yang merupakan jantung dari pengelolaan ekonomi.
"Untuk itu, setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pejabat-pejabat dalam instansi tersebut harus dapat ditindaklanjuti," pungkasnya.
(dru/hen)
Pasar tidak akan terpengaruh meski dalam kesimpulan akhirnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dinyatakan sebagai orang yang bertanggung jawab dan dapat diberhentikan dari jabatannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi dari ECONIT Hendri Saparini dalam sebuah diskusi yang bertemakan Memprediksi Rekomendasi Akhir Pansus Century di Rumah Perubahan, Panglima Polim, Jakarta Minggu (28/02/2010).
"Jika melihat dari proses awal Pansus dibentuk hingga menjelang kesimpulan akhir besok, masyarakat dan para pelaku industri keuangan maupun di pasar saham dapat menilai sendiri. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) maupun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak akan mengalami penurunan," ujar Hendri.
Ia menjelaskan, pasar saham tidak akan bergejolak dikarenakan masyarakat dan para pelaku bisnis dapat melihat secara jelas dimana dalam proses Pansus memang terdapat masalah dalam penyelamatan (bailout) Bank Century.
"Proses Pansus dalam dua bulan ini ditemui banyak sekali penyimpangan dalam proses bailout. Dan masyarakat secara terang benderang sudah dapat melihat hal tersebut," tuturnya.
Pasar saham, lanjut Hendri menginginkan kondisi sistem ekonomi yang jauh dari pelanggaran-pelanggaran. Menurutnya, jika Pansus dapat menindaklanjuti orang-orang yang telah melakukan pelanggaran maka seluruh pelaku industri keuangan sampai kepada pasar saham dan masyarakat akan memberikan apresiasi penuh terhadap proses tersebut.
"Jadi tidak ada hubungannya IHSG turun dan Rupiah yang anjlok terkait kesimpulan akhir," tambahnya.
Lebih lanjut Hendri mengatakan, Pansus pada dasarnya ingin mengembalikan kredibilitas Bank Indonesia dan pemerintahan yang merupakan jantung dari pengelolaan ekonomi.
"Untuk itu, setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pejabat-pejabat dalam instansi tersebut harus dapat ditindaklanjuti," pungkasnya.
(dru/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
