Kasus Century Pengaruhi Persepsi Jangka Pendek Investor Asing
Minggu, 28/02/2010 17:03 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Kasus Bank Century hanya mempengaruhi persepsi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia dalam jangka waktu pendek. Hal ini dikarenakan para investor asing dalam perjalanan investasinya di Indonesia telah mengalami gonjang-ganjing politik yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kasus Bank Century.
Demikian dikatakan oleh Ahli Ekonomi Politik Universitas Indonesia Syamsul Hadi kepada detikFinance usai diskusi Memprediksi Rekomendasi Akhir Pansus Century di Rumah Perubahan, Panglima Polim, Jakarta Minggu (28/02/2010).
"Dalam jangka pendek iya (mempengaruhi persepsi investor asing), namun jangan lupa juga dalam portofolionya investor asing pernah mengalami hal yang lebih parah daripada kasus Bank Century. Seperti tiga kali pemakzulan Presiden dan satu hal yang perlu diperhatikan, Indonesia tidak akan pernah lepas dari investasi asing karena termasuk dalam tiga negara yang berhasil dikala krisis ekonomi global," papar Syamsul.
Ia menambahkan, dalam proses di Pansus Bank Century oleh DPR para investor memperhatikan bahwa ada sesuatu yang salah namun justru ditutup-tutupi oleh pemerintah dan otoritas moneter atau Bank Indonesia.
"Investor justru ragu jika nantinya pejabat-pejabat yang menutup-nutupi pelanggaran dalam Bank Century ini seperti Boediono dan Sri Mulyani tidak ditindak secara tegas," jelasnya.
Untuk itu, Syamsul melanjutkan, kedepan setiap instansi dan pejabat terkait dalam temuan Pansus harus segera digantikan. Hal ini menurut Syamsul yang akan membuat investor merasa nyaman dalam berinvestasi di Indonesia.
"Ketegasan dan kejelasan sikap pemerintah atas tindakan pelanggaran yang dilakukan pejabat akan membuat persepsi investor terhadap pemerintah Indonesia sangat baik. Ini yang akan menumbuhkan rasa kepercayaan dari investor," tegasnya.
Seperti diketahui pada Selasa tanggal 2 Maret 2010, Pansus Bank Century akan mengumumkan kesimpulan akhir terkait hasil kerja pansus selama beberapa bulan terakhir.
(dru/hen)
Demikian dikatakan oleh Ahli Ekonomi Politik Universitas Indonesia Syamsul Hadi kepada detikFinance usai diskusi Memprediksi Rekomendasi Akhir Pansus Century di Rumah Perubahan, Panglima Polim, Jakarta Minggu (28/02/2010).
"Dalam jangka pendek iya (mempengaruhi persepsi investor asing), namun jangan lupa juga dalam portofolionya investor asing pernah mengalami hal yang lebih parah daripada kasus Bank Century. Seperti tiga kali pemakzulan Presiden dan satu hal yang perlu diperhatikan, Indonesia tidak akan pernah lepas dari investasi asing karena termasuk dalam tiga negara yang berhasil dikala krisis ekonomi global," papar Syamsul.
Ia menambahkan, dalam proses di Pansus Bank Century oleh DPR para investor memperhatikan bahwa ada sesuatu yang salah namun justru ditutup-tutupi oleh pemerintah dan otoritas moneter atau Bank Indonesia.
"Investor justru ragu jika nantinya pejabat-pejabat yang menutup-nutupi pelanggaran dalam Bank Century ini seperti Boediono dan Sri Mulyani tidak ditindak secara tegas," jelasnya.
Untuk itu, Syamsul melanjutkan, kedepan setiap instansi dan pejabat terkait dalam temuan Pansus harus segera digantikan. Hal ini menurut Syamsul yang akan membuat investor merasa nyaman dalam berinvestasi di Indonesia.
"Ketegasan dan kejelasan sikap pemerintah atas tindakan pelanggaran yang dilakukan pejabat akan membuat persepsi investor terhadap pemerintah Indonesia sangat baik. Ini yang akan menumbuhkan rasa kepercayaan dari investor," tegasnya.
Seperti diketahui pada Selasa tanggal 2 Maret 2010, Pansus Bank Century akan mengumumkan kesimpulan akhir terkait hasil kerja pansus selama beberapa bulan terakhir.
(dru/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
