detikfinance

Investor India Tertarik Garap Proyek Wisata Terpadu Lombok

Ramdhania El Hida - detikfinance
Selasa, 02/03/2010 11:17 WIB
Jakarta - Sejumlah investor sudah menyatakan minatnya untuk menggarap proyek wisata terpadu di Lombok, yang semula hendak digarap investor dari Dubai, Emaar Group. Mereka antara lain investor dari India dan juga Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

"Ada memang investor dari India yang tertarik investasi di Lombok, tapi ada juga 4-5 yang berminat untuk investasi di Lombok. Artinya prosesnya sudah jalan, sudah bergulir. Investor India itu salah satu grup besar, besar sekali," ujar Gita.

Namun, Gita masih merahasiakan siapa investor besar dari negeri Bombay tersebut.

"Saya belum bisa kasih tahu," bisiknya.

Mengenai investor lain yang bersedia membiayai proyek di Lombok ini, Gita menyatakan investor tersebut berasal dari Timur Tengah dan memiliki kemungkinan lebih besar dari perusahaan Emaar yang sempat berencana menjadi investor untuk proyek ini sebelum kasus Dubai World.

Emaar sendiri, lanjut Gita, masih diberikan kesempatan untuk tetap berpartisipasi menggarap proyek tersebut. Hanya saja Emaar harus mengikuti parameter baru yang akan segera ditetapkan pemerintah pada 1-2 bulan ke depan.

"Preferen investornya belum, pokoknya dalam 1-2 bulan ini. Pokoknya tahun ini jadi. Perubuahan parameter itu kepemilikan pemerintah lebih meningkat, sebelumnya timpang sekali. Mereka (Emaar) minat lagi untuk masuk tapi mereka akan mengikuti parameter yang baru jadi tidak ada preferencial treatment," tukasnya.

Emaar berencana membangun resort dan kawasan wisata terpadu di Pantai Aan, Lombok Tengah. Total Emaar akan menanamkan investasinya US$ 600 juta atau mendekati angka Rp 7 triliun. Jika investasi ini sudah beroperasi, Emaar merencanakan akan mendatangkan dua juta wisatawan asing tiap tahun ke Lombok.

Namun beberapa waktu berlalu, Emaar tak kunjung merealisasikan niatnya. Pemerintah pun berniat mencari investor lain.



(nia/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.