Dunia Usaha Sayangkan Pansus Century Deadlock
Selasa, 02/03/2010 13:41 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kalangan dunia usaha menyayangkan proses sidang paripurna DPR membahas hasil Pansus Bank Century berakhir deadlock dan muncul kerusuhan. Pengusaha mengharapkan proses penyelidikan kasus Century di DPR berakhir dengan baik dan bisa diterima masyarakat.
"Kami sangat menyayangkan kalau Paripurna berakhir dengan hasil deadlock, keputusan yang tidak tegas dan tidak mengarah pada sebenarnya," kata Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa saat ditemui di sela-sela Rakernas HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
Ia mengharapkan para angggota DPR di Senayan bisa berpikir jernih, tenang, dan memikirkan kepentingan bangsa yang lebih luas, daripada harus bertikai dengan membuang tenaga dan waktu.
"Bagaimana pun Pansus ini harus bisa diputuskan," katanya.
Ia menegaskan skandal Century secara umum sejak awal dibentuk hingga berakhir rusuh saat ini, tidak memberikan dampak bagi iklim usaha maupun investasi termasuk pasar modal. Pelaku usaha melihat kasus Century hanyalah proses politik yang tidak memiliki dampak.
"Pasar modal kita yang paling banyak diperhatikan dari dunia internasional. Return investment yang tebaik di Asia. Didominasi oleh perusahaan yang mapan seperti energi, perkebunan dan investasi. Saya rasa tidak akan terpengaruh, dari kejadian ini," katanya.
(hen/dnl)
"Kami sangat menyayangkan kalau Paripurna berakhir dengan hasil deadlock, keputusan yang tidak tegas dan tidak mengarah pada sebenarnya," kata Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa saat ditemui di sela-sela Rakernas HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
Ia mengharapkan para angggota DPR di Senayan bisa berpikir jernih, tenang, dan memikirkan kepentingan bangsa yang lebih luas, daripada harus bertikai dengan membuang tenaga dan waktu.
"Bagaimana pun Pansus ini harus bisa diputuskan," katanya.
Ia menegaskan skandal Century secara umum sejak awal dibentuk hingga berakhir rusuh saat ini, tidak memberikan dampak bagi iklim usaha maupun investasi termasuk pasar modal. Pelaku usaha melihat kasus Century hanyalah proses politik yang tidak memiliki dampak.
"Pasar modal kita yang paling banyak diperhatikan dari dunia internasional. Return investment yang tebaik di Asia. Didominasi oleh perusahaan yang mapan seperti energi, perkebunan dan investasi. Saya rasa tidak akan terpengaruh, dari kejadian ini," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
