BKPM: Kisruh Century Tak Pengaruh ke Investasi
Selasa, 02/03/2010 15:53 WIB
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan, polemik seputar kasus bailout Century yang terjadi saat ini tidak mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya secara langsung di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BKPM Gita Wirjawan ketika ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
"Dampaknya secara umum ke investasi tidak ada pengaruhnya. Saya sudah melakukan pemantauan dari para investor, dan mereka melihat perekonomian Indonesia masih positif," tuturnya.
Gita mengatakan, para investor jangka panjang melihat situasi perekonomian Indonesia masih sangat positif pasca krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008 dan 2009. Namun untuk investor jangka pendek, menurut Gita ada sedikit pengaruhnya.
"Namun mereka (investor) positif dengan realisme bukan secara bombastis," imbuh Gita.
SMengenai desakan berbagai pihak yang meminta Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari jabatannya, Gita tidak sependapat dengan usul tersebut.
Gita mengatakan, sosok kedua orang tersebut masih dibutuhkan Indonesia untuk pengembangan ekonomi ke depan. Menurutnya, Boediono dan Sri Mulyani dibutuhkan untuk ikut memimpin Indonesia.
(dnl/qom)
Hal ini disampaikan oleh Kepala BKPM Gita Wirjawan ketika ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
"Dampaknya secara umum ke investasi tidak ada pengaruhnya. Saya sudah melakukan pemantauan dari para investor, dan mereka melihat perekonomian Indonesia masih positif," tuturnya.
Gita mengatakan, para investor jangka panjang melihat situasi perekonomian Indonesia masih sangat positif pasca krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008 dan 2009. Namun untuk investor jangka pendek, menurut Gita ada sedikit pengaruhnya.
"Namun mereka (investor) positif dengan realisme bukan secara bombastis," imbuh Gita.
SMengenai desakan berbagai pihak yang meminta Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari jabatannya, Gita tidak sependapat dengan usul tersebut.
Gita mengatakan, sosok kedua orang tersebut masih dibutuhkan Indonesia untuk pengembangan ekonomi ke depan. Menurutnya, Boediono dan Sri Mulyani dibutuhkan untuk ikut memimpin Indonesia.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
