Newmont Proyeksikan Produksi Emas 425.000 Ounces di 2010
Selasa, 02/03/2010 17:06 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Newmont Mining Corporation memperkirakan produksi emasnya dari tambang Batu Hijau akan meningkat menjadi 390.000-425.000 ounces pada tahun 2010.
Hal ini disampaikan oleh Presiden and Chief Executive Officer (CEO) Newmont Minning Corporation Richard O' Brien dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Selasa (2/3/2010).
"Sementara untuk harga jual, kami perkirakan ada di kisaran US$ 265-US$ 285 per ounces," ungkapnya.
Newmont juga memperkirakan produksi tembaga di 2010 akan meningkat menjadi 285 juta-310 juta pounds dengan harga penjualan yang diproyeksikan sebesar US$ 0,75-0.85 per pound.
Menurut dia, peningkatan kontribusi tambang Batu Hijau terhadap perseroan disebabkan kepemilikan saham perusahaan tersebut di PT Newmont Nusa Tenggara meningkat menjadi 52,44 persen.
Akibat digadaikannya saham milik PT Pukuafu Indah ke perusahaan itu. Selain itu juga disebabkan adanya peningkatan grade biji (ore) dari fase lima tambang batu hijau.
Pada tahun 2009, Newmont Mining Corporation telah mencatat penjualan emas dari tambang Batu Hijau sepanjang tahun 2009 mencapai 239.000 ounces dan tembaga 217 juta pound.
"Dimana harga penjualan emas sebesar US$ 0.75 per ounces dan tembaga US$ 0.62 per pound," kata dia.
Sementara pada kuartal IV-2009 penjualan emas dari Batu Hijau mencapai 68.000 ounces dan tembaga sebesar 63 juta pound dengan harga jual emas senilai US$ 175 per ounces dan tembaga 0.58 per pound.
Pada tahun 2011 dan 2012, produksi emas dan tembaga Newmont di kawasan Asia Pasfic diperkirakan hampir sama dengan produksi di tahun 2010 karena pertambahan produksi di tambang Boddington Australia dan pertambahan umur tambang di Jundee Australia dan Waihi, New Zealand, harus menutupi penurunan produksi yang terjadi di tambang Batu Hijau dan Tanami, Australia.
Sementara itu, Manager Public Relation PTNNT Kasan Mulyono menambahkan hasil produksi dari tambang Batu Hijau tersebut dikirimkan baik pasar domestik maupun ekspor.
Sebanyak 42,55 persen dari hasil produksi konsentrat tersebut dikirimkan ke Jepang, 14,89 persen ke Korea, 6,5 persen ke Jerman, 2,13 persen ke India, Filipina sebesar 1,06 persen, dan sisanya sebesar 35,11 persen ke pembeli domestik.
(epi/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Presiden and Chief Executive Officer (CEO) Newmont Minning Corporation Richard O' Brien dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Selasa (2/3/2010).
"Sementara untuk harga jual, kami perkirakan ada di kisaran US$ 265-US$ 285 per ounces," ungkapnya.
Newmont juga memperkirakan produksi tembaga di 2010 akan meningkat menjadi 285 juta-310 juta pounds dengan harga penjualan yang diproyeksikan sebesar US$ 0,75-0.85 per pound.
Menurut dia, peningkatan kontribusi tambang Batu Hijau terhadap perseroan disebabkan kepemilikan saham perusahaan tersebut di PT Newmont Nusa Tenggara meningkat menjadi 52,44 persen.
Akibat digadaikannya saham milik PT Pukuafu Indah ke perusahaan itu. Selain itu juga disebabkan adanya peningkatan grade biji (ore) dari fase lima tambang batu hijau.
Pada tahun 2009, Newmont Mining Corporation telah mencatat penjualan emas dari tambang Batu Hijau sepanjang tahun 2009 mencapai 239.000 ounces dan tembaga 217 juta pound.
"Dimana harga penjualan emas sebesar US$ 0.75 per ounces dan tembaga US$ 0.62 per pound," kata dia.
Sementara pada kuartal IV-2009 penjualan emas dari Batu Hijau mencapai 68.000 ounces dan tembaga sebesar 63 juta pound dengan harga jual emas senilai US$ 175 per ounces dan tembaga 0.58 per pound.
Pada tahun 2011 dan 2012, produksi emas dan tembaga Newmont di kawasan Asia Pasfic diperkirakan hampir sama dengan produksi di tahun 2010 karena pertambahan produksi di tambang Boddington Australia dan pertambahan umur tambang di Jundee Australia dan Waihi, New Zealand, harus menutupi penurunan produksi yang terjadi di tambang Batu Hijau dan Tanami, Australia.
Sementara itu, Manager Public Relation PTNNT Kasan Mulyono menambahkan hasil produksi dari tambang Batu Hijau tersebut dikirimkan baik pasar domestik maupun ekspor.
Sebanyak 42,55 persen dari hasil produksi konsentrat tersebut dikirimkan ke Jepang, 14,89 persen ke Korea, 6,5 persen ke Jerman, 2,13 persen ke India, Filipina sebesar 1,06 persen, dan sisanya sebesar 35,11 persen ke pembeli domestik.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
