BCA Incar DPK Rp 268 Triliun di 2010
Selasa, 02/03/2010 17:55 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tahun 2010 mencapai 10%, atau setara dengan Rp 268 triliun. Porsi DPK masih didominasi oleh simpanan berbentuk tabungan yang mencapai Rp 134 triliun.
Demikian disampaikan Direktur BCA Suwignyo Budiman dalam acara konfrensi pers Gebyar Tahapan BCA periode I (Maret-Juni 2010) di hotel Kempinski Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/3/2010).
"DPK akan tumbuh sekitar 10%. Porsinya masih terbesar di tabungan 50%, Giro 25-30% dan deposito 30%," papar Suwignyo.
Ditambahkannya, untuk tahun 2010, pertumbuhan mesin ATM perseroan ditargetkan bertambah 1.000 unit, dari yang dimiliki BCA hingga kini 6.000 unit. Mesin transaksi debit card (EDC) juga akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 2.000 unit.
"Mesin EDC kita ingin naik dua kali lipat. Kantor cabang juga kami harapkan bertambah hingga mencapai 900 KCP, dari posisi terakhir 862 KCP," paparnya.
Disamping itu, perseroan juga menjelaskan bahwa penggunaan layanan perbankan klik BCA di tahun 2010 diperkirakan akan meningkat 15% dari sisi volume. Ini setara dengan Rp 138 triliun per bulannya. Layanan masih didominasi oleh nasabah korporasi yang mencapai Rp 110 triliun per bulan.
"Pertumbuhan kami secara rata-rata 10-15%, dari yang kami capai tahun lalu Rp 120 triliun (per bulan)," ucap Chief Manager Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA Ina Suwandi.
Lanjutnya, pemanfaatan layanan klik BCA memang terpantau terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan semakin maraknya layanan internet banking yang disediakan perbankan, guna memanjakan nasabah.
Namun pemanfaatan layanan Klik BCA masih didominasi oleh nasabah korporasi. Sisanya, layanan digunakan oleh nasabah ritel.
"Korporasi lebih menganggap transaksi ini lebih mudah dan efisien. Dan volume mereka kan rata-rata besar, jadi wajar secara volume nilainya besar," ujarnya.
Sedangkan untuk layanan lainnya, yang disiapkan BCA seperti kartu ATM dilaporkan volume transaksinya mencapai Rp 70 triliun per bulan. Penggunaan debit sendiri sampai akhir tahun mencapai Rp 3 triliun per bulan, dan m-BCA Rp 11 triliun per bulan, dan flash card Rp 20 miliar per tahun.
(wep/dro)
Demikian disampaikan Direktur BCA Suwignyo Budiman dalam acara konfrensi pers Gebyar Tahapan BCA periode I (Maret-Juni 2010) di hotel Kempinski Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/3/2010).
"DPK akan tumbuh sekitar 10%. Porsinya masih terbesar di tabungan 50%, Giro 25-30% dan deposito 30%," papar Suwignyo.
Ditambahkannya, untuk tahun 2010, pertumbuhan mesin ATM perseroan ditargetkan bertambah 1.000 unit, dari yang dimiliki BCA hingga kini 6.000 unit. Mesin transaksi debit card (EDC) juga akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 2.000 unit.
"Mesin EDC kita ingin naik dua kali lipat. Kantor cabang juga kami harapkan bertambah hingga mencapai 900 KCP, dari posisi terakhir 862 KCP," paparnya.
Disamping itu, perseroan juga menjelaskan bahwa penggunaan layanan perbankan klik BCA di tahun 2010 diperkirakan akan meningkat 15% dari sisi volume. Ini setara dengan Rp 138 triliun per bulannya. Layanan masih didominasi oleh nasabah korporasi yang mencapai Rp 110 triliun per bulan.
"Pertumbuhan kami secara rata-rata 10-15%, dari yang kami capai tahun lalu Rp 120 triliun (per bulan)," ucap Chief Manager Divisi Pengembangan Dana dan Jasa BCA Ina Suwandi.
Lanjutnya, pemanfaatan layanan klik BCA memang terpantau terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan semakin maraknya layanan internet banking yang disediakan perbankan, guna memanjakan nasabah.
Namun pemanfaatan layanan Klik BCA masih didominasi oleh nasabah korporasi. Sisanya, layanan digunakan oleh nasabah ritel.
"Korporasi lebih menganggap transaksi ini lebih mudah dan efisien. Dan volume mereka kan rata-rata besar, jadi wajar secara volume nilainya besar," ujarnya.
Sedangkan untuk layanan lainnya, yang disiapkan BCA seperti kartu ATM dilaporkan volume transaksinya mencapai Rp 70 triliun per bulan. Penggunaan debit sendiri sampai akhir tahun mencapai Rp 3 triliun per bulan, dan m-BCA Rp 11 triliun per bulan, dan flash card Rp 20 miliar per tahun.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
