Investor Sudah Kebal Hadapi Kasus Century
Selasa, 02/03/2010 18:26 WIB
Jakarta - Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berakhir ricuh pada saat proses pengambilan keputusan akhir kasus Bank Century tidak membuat pasar bereaksi negatif. Pasar telah terbiasa menghadapi kondisi politik di Indonesia.
"Pasti ada sentimen negatif, namun pasar kita kan sudah kebal dengan insiden-insiden semacam itu. Juga soal demo, pasar finansial sudah cukup berpengalaman (well experienced) saat krisis 1998 dulu," ujar Ekonom Kepala PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tony A. Prasetiantono melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (02/03/2010).
Namun, lanjut Tony, jika hal ini terus berlangsung berlarut-larut, maka pasar sedikit demi sedikit pasti terpengaruh.
"Tapi itu tidak akan lama, asal ada solusi yang jelas dan rasional bagi pasar dimana mestinya policy (kebijakan) jangan dipidanakan," tegasnya.
Tony menambahkan, di sisi lain pasar akan sangat mengapresiasi pendapat Presiden yang 'pasang badan' terhadap keputusan bailout Bank Century. "Presiden mem-back up kebijakan tersebut. Apalagi Presiden mempunyai keyakinan bahwa policy tersebut benar," kata Tony.
Pada kenyataannya, Tony melihat kondisi sektor finansial Indonesia terselamatkan dari kebijakan bailout yang diambil pemerintah. "Aman dari krisis, kemudian terlihat bank-bank dapat berkinerja dengan baik," tambahnya.
Lain halnya jika Presiden melihat kebijakan tersebut salah dan sektor perbankan mengalami kehancuran. "Beliau akan langsung memecat Menkeu. Dan kelak Presiden yang akan mempertanggungjawabkannya di DPR," ungkapnya.
Walaupun begitu, Tony memang agak menyayangkan sikap 'pasang badan" Presiden ini cukup terlambat. "Mungkin kemarin beliau masih berpikir bahwa soal ini bisa diredam dengan pendekatan-pendekatan. Ternyata masalah menjadi runyam, namun sejauh ini saya masih melihat peluang bahwa soal policy bailout tidak dimasalahkan," jelasnya.
Seharusnya, Tony menegaskan hal yang perlu dipermasakahkan dan didalami justru soal pencairan dana nasabah yang kacau, seperti kejadian BLBI pada tahun 1998. "Dimana ada pihak yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan alias tindak moral hazard. Kalau soal ini silakan diproses hukum, tapi jangan policy bailout-nya," tutup Tony.
Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar hari ini naik 21 poin seiring dengan aksi beli investor asing yang mencapai Rp 391 miliar.
Kericuhan yang terjadi di gedung DPR terkait hasil Pansus Hak Angket Bank Century tampaknya tidak mempengaruhi laju kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini.
(dru/dnl)
"Pasti ada sentimen negatif, namun pasar kita kan sudah kebal dengan insiden-insiden semacam itu. Juga soal demo, pasar finansial sudah cukup berpengalaman (well experienced) saat krisis 1998 dulu," ujar Ekonom Kepala PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tony A. Prasetiantono melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (02/03/2010).
Namun, lanjut Tony, jika hal ini terus berlangsung berlarut-larut, maka pasar sedikit demi sedikit pasti terpengaruh.
"Tapi itu tidak akan lama, asal ada solusi yang jelas dan rasional bagi pasar dimana mestinya policy (kebijakan) jangan dipidanakan," tegasnya.
Tony menambahkan, di sisi lain pasar akan sangat mengapresiasi pendapat Presiden yang 'pasang badan' terhadap keputusan bailout Bank Century. "Presiden mem-back up kebijakan tersebut. Apalagi Presiden mempunyai keyakinan bahwa policy tersebut benar," kata Tony.
Pada kenyataannya, Tony melihat kondisi sektor finansial Indonesia terselamatkan dari kebijakan bailout yang diambil pemerintah. "Aman dari krisis, kemudian terlihat bank-bank dapat berkinerja dengan baik," tambahnya.
Lain halnya jika Presiden melihat kebijakan tersebut salah dan sektor perbankan mengalami kehancuran. "Beliau akan langsung memecat Menkeu. Dan kelak Presiden yang akan mempertanggungjawabkannya di DPR," ungkapnya.
Walaupun begitu, Tony memang agak menyayangkan sikap 'pasang badan" Presiden ini cukup terlambat. "Mungkin kemarin beliau masih berpikir bahwa soal ini bisa diredam dengan pendekatan-pendekatan. Ternyata masalah menjadi runyam, namun sejauh ini saya masih melihat peluang bahwa soal policy bailout tidak dimasalahkan," jelasnya.
Seharusnya, Tony menegaskan hal yang perlu dipermasakahkan dan didalami justru soal pencairan dana nasabah yang kacau, seperti kejadian BLBI pada tahun 1998. "Dimana ada pihak yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan alias tindak moral hazard. Kalau soal ini silakan diproses hukum, tapi jangan policy bailout-nya," tutup Tony.
Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar hari ini naik 21 poin seiring dengan aksi beli investor asing yang mencapai Rp 391 miliar.
Kericuhan yang terjadi di gedung DPR terkait hasil Pansus Hak Angket Bank Century tampaknya tidak mempengaruhi laju kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
