Kasus Century
Sofyan Djalil: Sri Mulyani Minta Dana BUMN Jangan Dipindah Dari Century
Selasa, 02/03/2010 19:26 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah meminta agar dana BUMN di Bank Century tidak dipindahkan saat bank tersebut mengalami masalah kalah kliring di November 2008. Alasannnya, dikhawatirkan terjadi rush.
"Ada perintah diminta Bu Ani (Sri Mulyani) supaya uang-uang BUMN jangan dipindahkan takut terjadi rush," kata mantan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
Saat itu, Sofyan mendapat perintah Sri Mulyani dari Washington DC, AS, lewat fasilitas telekomunikasi jarak jauh (teleconference). Pesan itu kemudian ia sampaikan pada masing-masing BUMN yang menyimpan dana di Bank Century.
"Dari waktu teleconference ada permintaan supaya uang itu jangan ditarik dulu takut terjadi rush," tegasnya.
Dana tersebut kemudian ditarik setelah proses bailout dilakukan. Jumlahnya mencapai Rp 300 miliar dari 3 BUMN, yakni Jamsostek, Telkom, dan PTPN (PT Perkebunan Nusantara).
Sofyan menjelaskan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pihak yang mengambil alih Bank Century, sebetulnya sudah meminta agar dana BUMN yang disimpan di Bank Century setelah proses bailout tidak perlu ditarik. Alasannya, bank tersebut sudah diambil alih LPS dan menjadi milik pemerintah.
"Kenyataannya setelah Bank Century diambil alih justru uang BUMN yang ada ditarik," lanjutnya.
Sebagai menteri BUMN saat itu, Sofyan mengaku tidak tahu soal penempatan dana tersebut. Lagipula, tambah dia, tidak ada aturan yang mengharuskan agar direksi BUMN melaporkan penempatan dana ke menteri.
"Saya tidak pernah mempermasalahkan. Tapi pernah saya tanyakan kepada satu BUMN, kenapa taruh uang di Bank Century. Dia bilang Bank Century bank aman," tambah Sofyan.
Apa lagi instruksi dari Bu Sri Mulyani saat itu?
"Yang terjadi dalam teleconference banyak sekali. Tapi tidak berhubungan dengan saya, hanya berhubungan dengan Bank Century dan BI," tutupnya.
(mad/dnl)
"Ada perintah diminta Bu Ani (Sri Mulyani) supaya uang-uang BUMN jangan dipindahkan takut terjadi rush," kata mantan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).
Saat itu, Sofyan mendapat perintah Sri Mulyani dari Washington DC, AS, lewat fasilitas telekomunikasi jarak jauh (teleconference). Pesan itu kemudian ia sampaikan pada masing-masing BUMN yang menyimpan dana di Bank Century.
"Dari waktu teleconference ada permintaan supaya uang itu jangan ditarik dulu takut terjadi rush," tegasnya.
Dana tersebut kemudian ditarik setelah proses bailout dilakukan. Jumlahnya mencapai Rp 300 miliar dari 3 BUMN, yakni Jamsostek, Telkom, dan PTPN (PT Perkebunan Nusantara).
Sofyan menjelaskan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pihak yang mengambil alih Bank Century, sebetulnya sudah meminta agar dana BUMN yang disimpan di Bank Century setelah proses bailout tidak perlu ditarik. Alasannya, bank tersebut sudah diambil alih LPS dan menjadi milik pemerintah.
"Kenyataannya setelah Bank Century diambil alih justru uang BUMN yang ada ditarik," lanjutnya.
Sebagai menteri BUMN saat itu, Sofyan mengaku tidak tahu soal penempatan dana tersebut. Lagipula, tambah dia, tidak ada aturan yang mengharuskan agar direksi BUMN melaporkan penempatan dana ke menteri.
"Saya tidak pernah mempermasalahkan. Tapi pernah saya tanyakan kepada satu BUMN, kenapa taruh uang di Bank Century. Dia bilang Bank Century bank aman," tambah Sofyan.
Apa lagi instruksi dari Bu Sri Mulyani saat itu?
"Yang terjadi dalam teleconference banyak sekali. Tapi tidak berhubungan dengan saya, hanya berhubungan dengan Bank Century dan BI," tutupnya.
(mad/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
