detikfinance

Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah

Ramdhania El Hida - detikfinance
Selasa, 02/03/2010 20:29 WIB
Jakarta - Pemerintah kembali akan melakukan lelang 4 seri sukuk (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN) pada 9 Maret 2010. Dari lelang ini, pemerintah menargetkan mendapatkan Rp 1 triliun.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan Harry Z. Soeratin, Selasa (2/3/2010).

"Tanggal 9 Maret 2010 Pemerintah Indonesia akan melakukan Lelang Penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara seri IFR0003 (reopening), IFR0005 (reopening), IFR0006 (new issue), dan IFR0007 (reopening) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2010," tuturnya.

Keempat seri sukuk ini akan diterbitkan dengan menggunakan akad Ijarah Sale & Lease Back yang telah mendapatkan Pernyataan Kesesuaian Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor B-373/DSN-MUI/X/2009 tanggal 20 Oktober 2009.

Adapun rincian keempat seri sukuk yang akan dilelang adalah:

  • IFR0003 dengan tingkat kupon 9,25%, jatuh tempo 15 September 2015
  • IFR0005 dengan tingkat kupon 9%, jatuh tempo 15 Januari 2017
  • IFR0006, jatuh tempo 11 Maret 2021
  • IFR0007 dengan tingkat kupon 10,25%, jatuh tempo 15 Januari 2025
 



(dnl/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.