Jatah Raskin Bakal Ditambah Jadi 15 kg per Bulan
Rabu, 03/03/2010 10:19 WIB
Jakarta - Ada kabar baik bagi masyarakat penerima beras miskin (raskin). Pemerintah akan menambah anggaran untuk beras miskin hingga Rp 2 triliun lebih menjadi Rp 14 triliun dalam APBN-P 2010 setelah disetujui DPR. Sebelumnya anggaran raskin hanya dianggarkan sebesar Rp 11 triliun lebih.
Dengan demikian dalam beberapa bulan kedepan rumah tangga penerima raskin yang biasa menerima 13 kg akan ditambah 2 kg menjadi 15 kg. Untuk harga pemerintah tetap mematok harga raskin Rp 1.600 per kg.
"Sekarang sebulan 13 kg , nanti akan jadi 2010 ditetapkan 15 kg. Pemerintah mengharapkan dari APBN-P," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso usai rakor ketahanan pangan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Ia mengatakan alokasi raskin tahun 2010 mencakup 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) untuk 12 bulan. Alasan kenaikan anggaran raskin ini karena kebutuhan beras rakyat miskin tetap bahkan bertambah namun yang berkurang rumah tangga miskin.
"Kalau Bulog masih persiapan cadangan 5 bulan lebih untuk penyaluran raskin," kata Sutarto.
Hingga awal Maret 2010 ini realisasi penyaluran raskin mencapai 56% atau sebanyak 399.000 ton dari target 700.000 ton sampai 31 Maret 2010 (target triwulanan). Penyaluran raskin ditargetkan setiap bulan mencapai 230.000 ton per bulan mencakup 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS).
(hen/qom)
Dengan demikian dalam beberapa bulan kedepan rumah tangga penerima raskin yang biasa menerima 13 kg akan ditambah 2 kg menjadi 15 kg. Untuk harga pemerintah tetap mematok harga raskin Rp 1.600 per kg.
"Sekarang sebulan 13 kg , nanti akan jadi 2010 ditetapkan 15 kg. Pemerintah mengharapkan dari APBN-P," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso usai rakor ketahanan pangan di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Ia mengatakan alokasi raskin tahun 2010 mencakup 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) untuk 12 bulan. Alasan kenaikan anggaran raskin ini karena kebutuhan beras rakyat miskin tetap bahkan bertambah namun yang berkurang rumah tangga miskin.
"Kalau Bulog masih persiapan cadangan 5 bulan lebih untuk penyaluran raskin," kata Sutarto.
Hingga awal Maret 2010 ini realisasi penyaluran raskin mencapai 56% atau sebanyak 399.000 ton dari target 700.000 ton sampai 31 Maret 2010 (target triwulanan). Penyaluran raskin ditargetkan setiap bulan mencapai 230.000 ton per bulan mencakup 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS).
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Minggu, 20/05/2012 12:53 WIB
Wah! Sepatu Atlet Dunia & Baju Bintang Hollywood Made in Indonesia
-
Rabu, 23/05/2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Senin, 21/05/2012 13:25 WIB
Laporan dari Kazakhstan
Hebat! PT DI Bakal Produksi Pesawat Domestik di Kazakhstan
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
