Industri Tuding Pemerintah Tak Miliki Keberanian Politik Soal Gas
Rabu, 03/03/2010 14:31 WIB
Jakarta - Seretnya pasokan gas bagi industri yang diperparah dengan adanya rencana pemangkasan konsumsi gas bagi industri dalam negeri, membuat pelaku industri semakin gerah. Padahal perdagangan bebas ASEAN China Free Trade Agreement (AC-FTA) memerlukan daya saing di antaranya suplai gas yang cukup bagi industri.
"Kunci utamanya, berani nggak memberikan suatu sikap yang tegas yaitu mengutamakan gas dalam negeri, ini cuma soal keberanian politik," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Ia mengharapkan pemerintah segera mengevaluasi kontrak-kontrak ekspor gas ke luar negeri dan mengutamakan pasokan gas untuk dalam negeri termasuk bagi industri. Menurutnya, kasus pengalihan pasokan gas untuk Chevron yang berdampak pada pemangkasan suplai 20% gas ke Industri dalam negeri, sungguh tidak bisa diterima.
"Kan lucu, di tengah persaingan global, industri kita bersaing, terhadap ASEAN ataupun China, gasnya diberikan ke mereka," katanya.
Kondisi tersebut justru secara langsung memperkuat daya saing negara-negara lain. Mengingat sampai saat ini gas masih menjadi sumber energi yang paling murah dibandingkan dengan minyak bumi maupun batubara.
(hen/dnl)
"Kunci utamanya, berani nggak memberikan suatu sikap yang tegas yaitu mengutamakan gas dalam negeri, ini cuma soal keberanian politik," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (3/3/2010).
Ia mengharapkan pemerintah segera mengevaluasi kontrak-kontrak ekspor gas ke luar negeri dan mengutamakan pasokan gas untuk dalam negeri termasuk bagi industri. Menurutnya, kasus pengalihan pasokan gas untuk Chevron yang berdampak pada pemangkasan suplai 20% gas ke Industri dalam negeri, sungguh tidak bisa diterima.
"Kan lucu, di tengah persaingan global, industri kita bersaing, terhadap ASEAN ataupun China, gasnya diberikan ke mereka," katanya.
Kondisi tersebut justru secara langsung memperkuat daya saing negara-negara lain. Mengingat sampai saat ini gas masih menjadi sumber energi yang paling murah dibandingkan dengan minyak bumi maupun batubara.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
