Konferensi Guadalajara
Kelaparan Terus Hantui Dunia, Bioteknologi Jadi Harapan
Rabu, 03/03/2010 14:35 WIB
Suasana Konferensi (Foto:Pool)
Guadalajara - Mungkinkah bioteknologi menanggulangi kelaparan dunia? Ini merupakan salah satu pertanyaan utama yang mengemuka dalam konferensi tentang Bioteknologi di negara berkembang di Guadalajara, Meksiko, 1–4/3/2010.
Isu lain yang juga menjadi perhatian utama adalah sejauh mana peranan bioteknologi bagi peningkatan kesejahteraan kaum miskin di pedesaaan negara berkembang.
Konferensi yang mengambil tema Konferensi Teknis mengenai Teknologi Pertanian di Negara-negara Berkembang: Opsi dan Peluang dalam Tanaman, Kehutanan, Peternakan, Perikanan, dan Agro-industri untuk Menghadapi Tantangan Keamanan Pangan dan Perubahan Iklim itu dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari 50 negara dan utusan berbagai organisasi internasional serta LSM dunia.
Indonesia diwakili oleh utusan institusi Kementrian Pertanian, Kementrian Kehutanan, dan unsur KBRI Roma dan KBRI Meksiko.
"Bertindak sebagai sponsor utama pada konferensi ini adalah badan PBB FAO, IFAD, CGIAR, dan pemerintah Meksiko," tutur Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin dari Guadalajara kepada detikfinance siang ini, Rabu (3/3/2010).
Dalam sambutannya Asisten Dirjen FAO Madibo Traore atas nama Dirjen FAO, mengatakan bahwa Bioteknologi modern dan juga konvensional merupakan alat sangat potensial bagi sektor pertanian dalam arti luas, termasuk perikanan dan kehutanan.
"Meskipun demikian, bioteknologi belum memberikan pengaruh memadai terhadap kehidupan petani di negara berkembang," ujar Traore.
Konferensi yang membahas aspek Bioteknologi dalam arti luas ini diarahkan untuk tidak terfokus ke tema bahasan tentang Genetically Modified Organisms/GMOs (Organisme Terekayasa Secara Genetik), yang selama ini memang kontroversial, tetapi lebih kepada pembicaraan bersifat teknis dan menghindari aspek terkait dengan politik.
Sebelumnya FAO dalam siaran persnya juga mengemukakan beberapa inovasi yang telah dihasilkan oleh bioteknologi ini. Beberapa misalnya: padi hibrida Afrika, hasil susu sapi perah di Bangladesh, penggunaan metode berdasarkan DNA untuk mendeteksi penyakit udang di India.
Dari konferensi ini diharapkan akan dihasilkan beberapa rekomendasi dan masukan bagaimana peranan bioteknologi di negara berkembang dalam menanggulangi persoalan penyediaan pangan dan penanggulangan kemiskinan di tengah terjadinya perubahan lingkungan hidup dan kelaparan dunia.
(es/es)
Isu lain yang juga menjadi perhatian utama adalah sejauh mana peranan bioteknologi bagi peningkatan kesejahteraan kaum miskin di pedesaaan negara berkembang.
Konferensi yang mengambil tema Konferensi Teknis mengenai Teknologi Pertanian di Negara-negara Berkembang: Opsi dan Peluang dalam Tanaman, Kehutanan, Peternakan, Perikanan, dan Agro-industri untuk Menghadapi Tantangan Keamanan Pangan dan Perubahan Iklim itu dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari 50 negara dan utusan berbagai organisasi internasional serta LSM dunia.
Indonesia diwakili oleh utusan institusi Kementrian Pertanian, Kementrian Kehutanan, dan unsur KBRI Roma dan KBRI Meksiko.
"Bertindak sebagai sponsor utama pada konferensi ini adalah badan PBB FAO, IFAD, CGIAR, dan pemerintah Meksiko," tutur Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin dari Guadalajara kepada detikfinance siang ini, Rabu (3/3/2010).
Dalam sambutannya Asisten Dirjen FAO Madibo Traore atas nama Dirjen FAO, mengatakan bahwa Bioteknologi modern dan juga konvensional merupakan alat sangat potensial bagi sektor pertanian dalam arti luas, termasuk perikanan dan kehutanan.
"Meskipun demikian, bioteknologi belum memberikan pengaruh memadai terhadap kehidupan petani di negara berkembang," ujar Traore.
Konferensi yang membahas aspek Bioteknologi dalam arti luas ini diarahkan untuk tidak terfokus ke tema bahasan tentang Genetically Modified Organisms/GMOs (Organisme Terekayasa Secara Genetik), yang selama ini memang kontroversial, tetapi lebih kepada pembicaraan bersifat teknis dan menghindari aspek terkait dengan politik.
Sebelumnya FAO dalam siaran persnya juga mengemukakan beberapa inovasi yang telah dihasilkan oleh bioteknologi ini. Beberapa misalnya: padi hibrida Afrika, hasil susu sapi perah di Bangladesh, penggunaan metode berdasarkan DNA untuk mendeteksi penyakit udang di India.
Dari konferensi ini diharapkan akan dihasilkan beberapa rekomendasi dan masukan bagaimana peranan bioteknologi di negara berkembang dalam menanggulangi persoalan penyediaan pangan dan penanggulangan kemiskinan di tengah terjadinya perubahan lingkungan hidup dan kelaparan dunia.
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
