detikfinance

RI Butuh Investasi Rp 2.000 Triliun per Tahun

Indro Bagus SU - detikfinance
Kamis, 04/03/2010 14:02 WIB
Jakarta - Indonesia membutuhkan investasi senilai Rp 2.000 triliun per tahun jika ingin mengejar angka pertumbuhan ekonomi 6-7% per tahun. Sektor swasta menjadi penopang utamanya.

"Untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi 6-7%, Indonesia membutuhkan investasi Rp 2.000 triliun tiap tahunnya," ujar Director Chief Economist PT Mandiri Sekuritas, Destry Damayanti di Mandiri Club, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Menurutnya, satu-satunya cara mendorong kebutuhan investasi tersebut adalah dengan mendorong investasi dari sektor swasta. Sebab, ujarnya, anggaran investasi pemerintah dalam APBN jauh dari angka Rp 2.000 triliun.

"APBN kita saat ini sekitar Rp 1.000an triliun. Anggaran investasi dalam APBN hanya sekitar Rp 300 triliunan. Jadi sektor swasta adalah penopang utama," jelasnya.

Masalahnya, ujar Destry, sektor swasta masih sulit mengucurkan investasi sebesar itu. Apalagi kebijakan fiskal pemerintah cenderung tidak berpihak pada pengembangan sektor swasta.

"Ini kondisi dilematis, di satu sisi pemerintah harus mengejar target penerimaan negara yang dilakukan melalui peningkatan pajak. Namun di sisi lain, peningkatan pajak akan mengurangi potensi investasi," papar Destry.

Sebagai contoh, Destry melanjutkan, pemerintah akan menaikkan pajak reksa dana di tahun 2011. Kebijakan ini akan membuat investasi berkurang.

Reksa dana merupakan produk investasi yang penempatan dananya pada produk saham, obligasi dan sebagainya. Jika investasi berkurang, tentu saja dampaknya ke ekspansi perusahaan ikutan menurun.

"Dan pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi juga akan berpengaruh," ujarnya.


(dro/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?