BNI Prioritaskan Subdebt Ketimbang Rights Issue dan Write Off
Kamis, 04/03/2010 17:29 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memprioritaskan rencana penerbitan obligasi subordinasi (subdebt) sebesar US$ 300 juta untuk mendukung ekspansi bisnisnya. Pasalnya, rencana BNI untuk menerbitkan saham baru alias rights issue dan write off (hapus buku) masih terkendala.
"Untuk mendukung ekspansi kita mempunyai tiga opsi yakni melalui subdebt, rights issue dan satu lagi memanfaatkan ketentuan dari Kementerian BUMN yakni write off," ujar Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo di Kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Gatot mengatakan, rencana untuk subdebt saat ini dalam tahapan survei di pasar. "Kalau harganya bisa oke kita akan segera laksanakan. Sekarang lagi mengakses pasar paling april. Dan rencananya untuk roadshow akan dimulai pada bulan April 2010 dan pada bulan Mei 2010 Insya Allah sudah bisa diterbitkan," ungkapnya.
Namun, rencana perseroan menerbitkan subdebt juga masih terganjal oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mengatur pembelian oleh investor asing. "Subdebt masih ada kendala yakni aturan PBI dimana dapat mempengaruhi harga dari bond itu sendiri," tuturnya.
Menurutnya, saat ini posisi subdebt perusahaan pelat merah itu masih berada di posisi nol, jadi masih ada kesempatan untuk menerbitkan surat utang tersebut. Mengenai proses righst issue, Gatot menilai proses yang akan dilalui sangat panjang. Dirinya pesimistis dapat segera dilakukan pada tahun ini.
"Karena prosesnya panjang," tegasnya.
Ia mengatakan, bank plat merah tersebut menggelar rights issue demi mendapatkan tambahan modal juga mengincar insentif pajak dengan kepemilikan publik di atas 40 persen yang beredar di bursa.
Tambahan modal merupakan alasan yang paling utama, menurut Gatot, setiap Rp 1 triliun kredit diberikan oleh BNI, maka hal itu menggerus capital adequacy ratio (CAR) perseroan sebanyak 0,2 persen.
Sementara itu, opsi ketiga BNI untuk menambah modal yakni write off, dinilai masih sangat sulit. Pasalnya, rencana ini masih terhambat di Kementrian Keuangan.
"Padahal jika write off dilakukan maka kita bisa potong pokoknya itu dari Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun," katanya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, karena terbentur di permodalan, perseroan hanya mengincar pertumbuhan kredit sampai 15% saja ditahun 2010 ini.
"Itu juga dengan catatan jika permodalan kita tetap, jika opsi-opsi tadi tidak jalan maka kredit akan tumbuh less than 15%. Hal ini sudah disampaikan ke Kementrian BUMN dan Kementrian Keuangan," jelasnya.
(dru/ang)
"Untuk mendukung ekspansi kita mempunyai tiga opsi yakni melalui subdebt, rights issue dan satu lagi memanfaatkan ketentuan dari Kementerian BUMN yakni write off," ujar Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo di Kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Gatot mengatakan, rencana untuk subdebt saat ini dalam tahapan survei di pasar. "Kalau harganya bisa oke kita akan segera laksanakan. Sekarang lagi mengakses pasar paling april. Dan rencananya untuk roadshow akan dimulai pada bulan April 2010 dan pada bulan Mei 2010 Insya Allah sudah bisa diterbitkan," ungkapnya.
Namun, rencana perseroan menerbitkan subdebt juga masih terganjal oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mengatur pembelian oleh investor asing. "Subdebt masih ada kendala yakni aturan PBI dimana dapat mempengaruhi harga dari bond itu sendiri," tuturnya.
Menurutnya, saat ini posisi subdebt perusahaan pelat merah itu masih berada di posisi nol, jadi masih ada kesempatan untuk menerbitkan surat utang tersebut. Mengenai proses righst issue, Gatot menilai proses yang akan dilalui sangat panjang. Dirinya pesimistis dapat segera dilakukan pada tahun ini.
"Karena prosesnya panjang," tegasnya.
Ia mengatakan, bank plat merah tersebut menggelar rights issue demi mendapatkan tambahan modal juga mengincar insentif pajak dengan kepemilikan publik di atas 40 persen yang beredar di bursa.
Tambahan modal merupakan alasan yang paling utama, menurut Gatot, setiap Rp 1 triliun kredit diberikan oleh BNI, maka hal itu menggerus capital adequacy ratio (CAR) perseroan sebanyak 0,2 persen.
Sementara itu, opsi ketiga BNI untuk menambah modal yakni write off, dinilai masih sangat sulit. Pasalnya, rencana ini masih terhambat di Kementrian Keuangan.
"Padahal jika write off dilakukan maka kita bisa potong pokoknya itu dari Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun," katanya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, karena terbentur di permodalan, perseroan hanya mengincar pertumbuhan kredit sampai 15% saja ditahun 2010 ini.
"Itu juga dengan catatan jika permodalan kita tetap, jika opsi-opsi tadi tidak jalan maka kredit akan tumbuh less than 15%. Hal ini sudah disampaikan ke Kementrian BUMN dan Kementrian Keuangan," jelasnya.
(dru/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
