Pidato SBY Bisa Naikkan Peringkat Indonesia
Jumat, 05/03/2010 10:16 WIB
Jakarta - Pidato yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Kamis (4/3/210) tadi malam bisa menaikkan peringkat Indonesia. Investor sejauh ini merasa nyaman dengan pidato SBY yang membenarkan penyelamatan Bank Century untuk menghindari krisis ekonomi lebih jauh.
"Investor asing sebenarnya tidak mengerti kenapa kebijakan penyelamatan bank di masa krisis dipermasalahkan selama ini. Sebagian bilang ini terlalu dipolitisasi, tapi dengan pidato semalam semuanya menjadi clear," kata Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/3/2010).
Ia mengatakan, peringkat Indonesia bisa kembali menanjak setelah SBY menyatakan kebijakan bailout adalah dalam rangka menyelamatkan perekonomian nasional. Di mata asing, SBY menunjukkan kepemimpinan yang kuat dengan melindungi anak buahnya, yaitu Boediono (kala itu Gubernur BI) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam mengambil kebijakan penyelamatan.
"Itu yang ingin dilihat investor, sifat kepemimpinan itu menonjol tanpa tertekan oleh pernyataan parlemen (DPR). Ini pidato yang cukup smart karena secara tidak langsung membenarkan penyelamatan tersebut," jelasnya.
Purbaya menambahkan, naiknya peringkat Indonesia itu harus diiringi dengan komitmen untuk melanjutkan pembangunan ekonomi yang selama ini sudah menjadi janji SBY ketika diangkat kembali menjadi Presiden RI. Dengan catatan, tidak ada lagi politisasi dalam pembangunan ekonomi RI ke depan.
"Rating kita tidak naik karena ada Pansus. Tapi kalau pansus sudah selesai, mereka (lembaga pemeringkat) mungkin bisa naikan rating lagi. Potensi itu cukup besar tergantung jalannya pembangunan ekonomi, harus tanpa gangguan politik," ucapnya.
Lembaga pemeringkat, Standard & Poor's (S&P) sebelumnya dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Politisasi bailout tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketidakpastian di Indonesia.
Selain bakal meningkatkan rating, pidato SBY semalam juga diperkirakan akan disambut positif oleh pasar. Hal ini terlihat dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang langsung bergerak menguat saat pembukaan hari ini, diiringi nilai tukar rupiah yang stabil.
IHSG dibuka menguat 8,152 poin (0,32%) ke level 2.573,797, kenaikan ini didukung dengan naiknya bursa-bursa regional. Sementara rupiah dibuka di level Rp 9.275 per dolar AS.
Menurut Purbaya, untuk sementara rupiah akan bertahan di sekitar Rp 9.000-9.500. "Tapi cenderung ke arah menguat," katanya.
(ang/qom)
"Investor asing sebenarnya tidak mengerti kenapa kebijakan penyelamatan bank di masa krisis dipermasalahkan selama ini. Sebagian bilang ini terlalu dipolitisasi, tapi dengan pidato semalam semuanya menjadi clear," kata Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa saat dihubungi detikFinance, Jumat (5/3/2010).
Ia mengatakan, peringkat Indonesia bisa kembali menanjak setelah SBY menyatakan kebijakan bailout adalah dalam rangka menyelamatkan perekonomian nasional. Di mata asing, SBY menunjukkan kepemimpinan yang kuat dengan melindungi anak buahnya, yaitu Boediono (kala itu Gubernur BI) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam mengambil kebijakan penyelamatan.
"Itu yang ingin dilihat investor, sifat kepemimpinan itu menonjol tanpa tertekan oleh pernyataan parlemen (DPR). Ini pidato yang cukup smart karena secara tidak langsung membenarkan penyelamatan tersebut," jelasnya.
Purbaya menambahkan, naiknya peringkat Indonesia itu harus diiringi dengan komitmen untuk melanjutkan pembangunan ekonomi yang selama ini sudah menjadi janji SBY ketika diangkat kembali menjadi Presiden RI. Dengan catatan, tidak ada lagi politisasi dalam pembangunan ekonomi RI ke depan.
"Rating kita tidak naik karena ada Pansus. Tapi kalau pansus sudah selesai, mereka (lembaga pemeringkat) mungkin bisa naikan rating lagi. Potensi itu cukup besar tergantung jalannya pembangunan ekonomi, harus tanpa gangguan politik," ucapnya.
Lembaga pemeringkat, Standard & Poor's (S&P) sebelumnya dikabarkan menolak untuk menaikkan peringkat Indonesia karena politisasi kasus bailout Bank Century. Politisasi bailout tersebut dikhawatirkan menimbulkan ketidakpastian di Indonesia.
Selain bakal meningkatkan rating, pidato SBY semalam juga diperkirakan akan disambut positif oleh pasar. Hal ini terlihat dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang langsung bergerak menguat saat pembukaan hari ini, diiringi nilai tukar rupiah yang stabil.
IHSG dibuka menguat 8,152 poin (0,32%) ke level 2.573,797, kenaikan ini didukung dengan naiknya bursa-bursa regional. Sementara rupiah dibuka di level Rp 9.275 per dolar AS.
Menurut Purbaya, untuk sementara rupiah akan bertahan di sekitar Rp 9.000-9.500. "Tapi cenderung ke arah menguat," katanya.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
