BKPM Bidik Realisasi Investasi Rp 160 Triliun di 2010
Jumat, 05/03/2010 11:52 WIB
Gita Wirjawan (dok detikcom)
Cipanas - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan pertumbuhan investasi pada tahun 2010 bisa mencapai 15% atau menjadi sekitar Rp 160 triliun, dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat Rp 135 triliun.
"Kami bisa sampaikan bahwa pada tahun 2010 akan tumbuh 10-15% dari realisasi 2009 yang sebesar Rp 135 triliun," ungkap Kepala BKPM Gita Wiryawan dalam Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal di Cipanas, Jawa Barat, Jumat (5/3/2010).
Menurut Gita, pencapaian ini diyakini dapat tercapai apalagi dengan beberapa perbaikan manajeman ditingkatkan stakeholder, dan juga penerapan fasilitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Dengan PTSP tentu akan memudahkan, karena ada pelimpahan wewenang dari beberapa departemen, dalam perijinan, pengurangan jumlah prosedur dan dokumen yang dibutuhkan, serta tidak perlu lagi investor hadir secara fisik dalam mengurus perijinan," jelasnya.
Namun program ini bukan satu-satunya alasan bahwa investasi bakal tumbuh di 2010. Hal lain adalah penerapan sistem otomasi pelayanan lisensi dan non-lisensi melalui sistem pelayanan informasi dan pemberian izin secara elektronik (SPIPISE).
"Penyikapan ini dalam 2-3 bulan, dalam aktualisasi integrasi yang dilaksanakan secara sistem. PTSP juga memberikan efisiensi registrasi dan perijinan. Proses bisa 5 jam hingga 7 hari. Implementasi ini akan mencerminkan peningkatan," paparnya.
Dalam hal sektor penanaman modal di tahun 2010, lanjut Gita, tidak ada perubahan porsi yang siginifikan. Sektor investasi, masih didominasi oleh pertambangan, transportasi, telekomunikasi dan jasa.
Dari investasi di tahun 2010, khusus penanam modal asing (PMA), Singapura masih dominan. Selain itu, ada pula negara ASEAN lain, plus Jepang, Taiwan, dan Korea.
"PMA masih ASEAN dan investor Asia yang menjadi rutin. Bahkan Singapura mencatat US$ 4,4 miliar," paparnya.
Selain itu, dengan tren pemeringkat Indonesia cenderung membaik, menjadi katalisator bahwa investasi juga akan tumbuh.
"Grade Indonesia kita kan idBB-, Booth of capital juga sudah 7%, dari tahun lalu mencapai 10-11%. Apalagi kalau BBB-, akal lebih turun lagi," pungkasnya.
(wep/qom)
"Kami bisa sampaikan bahwa pada tahun 2010 akan tumbuh 10-15% dari realisasi 2009 yang sebesar Rp 135 triliun," ungkap Kepala BKPM Gita Wiryawan dalam Sosialisasi Kebijakan Penanaman Modal di Cipanas, Jawa Barat, Jumat (5/3/2010).
Menurut Gita, pencapaian ini diyakini dapat tercapai apalagi dengan beberapa perbaikan manajeman ditingkatkan stakeholder, dan juga penerapan fasilitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Dengan PTSP tentu akan memudahkan, karena ada pelimpahan wewenang dari beberapa departemen, dalam perijinan, pengurangan jumlah prosedur dan dokumen yang dibutuhkan, serta tidak perlu lagi investor hadir secara fisik dalam mengurus perijinan," jelasnya.
Namun program ini bukan satu-satunya alasan bahwa investasi bakal tumbuh di 2010. Hal lain adalah penerapan sistem otomasi pelayanan lisensi dan non-lisensi melalui sistem pelayanan informasi dan pemberian izin secara elektronik (SPIPISE).
"Penyikapan ini dalam 2-3 bulan, dalam aktualisasi integrasi yang dilaksanakan secara sistem. PTSP juga memberikan efisiensi registrasi dan perijinan. Proses bisa 5 jam hingga 7 hari. Implementasi ini akan mencerminkan peningkatan," paparnya.
Dalam hal sektor penanaman modal di tahun 2010, lanjut Gita, tidak ada perubahan porsi yang siginifikan. Sektor investasi, masih didominasi oleh pertambangan, transportasi, telekomunikasi dan jasa.
Dari investasi di tahun 2010, khusus penanam modal asing (PMA), Singapura masih dominan. Selain itu, ada pula negara ASEAN lain, plus Jepang, Taiwan, dan Korea.
"PMA masih ASEAN dan investor Asia yang menjadi rutin. Bahkan Singapura mencatat US$ 4,4 miliar," paparnya.
Selain itu, dengan tren pemeringkat Indonesia cenderung membaik, menjadi katalisator bahwa investasi juga akan tumbuh.
"Grade Indonesia kita kan idBB-, Booth of capital juga sudah 7%, dari tahun lalu mencapai 10-11%. Apalagi kalau BBB-, akal lebih turun lagi," pungkasnya.
(wep/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
