Target Pajak 2010 Turun Rp 9,5 Triliun
Jumat, 05/03/2010 16:03 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menurunkan target penerimaan pajak pada tahun ini sebesar Rp 9,5 triliun, dari Rp 742,738 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 733,238 triliun dalam Rancangan APBN-P 2010.
Demikian isi ringkasan nota RAPBN-P 2010 yang dikutip Jumat (5/3/2010. Nota ini yang diajukan oleh pemerintah kepada DPR.
Meskipun begitu, dalam RAPBN-P 2010 pemerintah menaikkan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 34,512 triliun, dari Rp 205,411 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 239,923 triliun pada RAPBN-P 2010 yang diajukan pemerintah ke DPR.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perubahan target penerimaan pajak dalam APBN-P 2009 menjadi dasar pemerintah menurunkan penerimaan pajak dalam APBN-P 2010.
"Makanya di APBN 2010 perubahan ini targetnya disesuaikan dengan adanya jumlah yang betul-betul diterima tahun 2009 yang bisa dijadikan basis 2010 dengan menghilangkan berbagai kebijakan-kebijakan yang sifatnya hanya sesaat itu, hanya satu kali," ujarnya Saat ditemui di kantornya, Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
Selain itu, menurut Sri Mulyani, salah satu alasan menurunkan penerimaan pajak dalam APBN-P 2010 yaitu dihapuskannya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Pertamina sebesar Rp 14 triliun.
"Karena policy (PPN) DTP bagi Pertamina yang jumlahnya cukup signifikan, kalau nggak salah jumlahnya Rp 14 triliun, itu tak terjadi lagi pada 2010, hanya di 2009," lanjutnya.
(nia/dnl)
Demikian isi ringkasan nota RAPBN-P 2010 yang dikutip Jumat (5/3/2010. Nota ini yang diajukan oleh pemerintah kepada DPR.
Meskipun begitu, dalam RAPBN-P 2010 pemerintah menaikkan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 34,512 triliun, dari Rp 205,411 triliun di APBN 2010 menjadi Rp 239,923 triliun pada RAPBN-P 2010 yang diajukan pemerintah ke DPR.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perubahan target penerimaan pajak dalam APBN-P 2009 menjadi dasar pemerintah menurunkan penerimaan pajak dalam APBN-P 2010.
"Makanya di APBN 2010 perubahan ini targetnya disesuaikan dengan adanya jumlah yang betul-betul diterima tahun 2009 yang bisa dijadikan basis 2010 dengan menghilangkan berbagai kebijakan-kebijakan yang sifatnya hanya sesaat itu, hanya satu kali," ujarnya Saat ditemui di kantornya, Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
Selain itu, menurut Sri Mulyani, salah satu alasan menurunkan penerimaan pajak dalam APBN-P 2010 yaitu dihapuskannya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Pertamina sebesar Rp 14 triliun.
"Karena policy (PPN) DTP bagi Pertamina yang jumlahnya cukup signifikan, kalau nggak salah jumlahnya Rp 14 triliun, itu tak terjadi lagi pada 2010, hanya di 2009," lanjutnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
