Sepatu Eks Impor China Pun Perlu Diwaspadai
Jumat, 05/03/2010 16:36 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengingatkan pemerintah waspadai peredaran produk-produk sepatu impor asal China menyusul terjadinya kasus keracunan mainan anak-anak di Singapura. Produk sepatu asal China telah memiliki rekam jejak mengganggu keselamatan konsumen.
"Setelah adanya kasus itu, kalau perlu semua produk diperiksa, juga sepatu," kata Ketua Umum Aprisindo Edy Widjanarko saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/3/2010)
Edy mengatakan, kurang lebih 3 tahun lalu pernah ada kasus terbakarnya kaki konsumen asal Amerika yang menggunakan sepatu China. Menurutnya, bahan alas sepatu yang menggunakan PVC (bahan plastik) ternyata mudah terbakar karena memakai PVC campuran.
Ia mengatakan, beberapa produsen sepatu China telah memiliki teknologi proses pencampuran PVC murni dengan sampah. Padahal, kata dia, seharusnya bahan alas dasar sepatu harus menggunakan PVC murni sehingga tidak mudah panas.
"Teknologi China bisa mencampuri 80% sampah, sedangkan sisanya 10% PVC murni. Mereka membuat bagusnya dengan coating," katanya.
Ia mengatakan, meski kasus-kasus mengganggu kesehatan maupun keamanan bagi produk sepatu jarang terjadi. Namun seharusnya tetap menjadi perhatian karena potensi ancaman gangguan keamanan konsumen tetap ada.
"Kalau kasus di Indonesia belum, mungkin karena masyarakatnya belum terlalu care," jelasnya.
(hen/ang)
"Setelah adanya kasus itu, kalau perlu semua produk diperiksa, juga sepatu," kata Ketua Umum Aprisindo Edy Widjanarko saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/3/2010)
Edy mengatakan, kurang lebih 3 tahun lalu pernah ada kasus terbakarnya kaki konsumen asal Amerika yang menggunakan sepatu China. Menurutnya, bahan alas sepatu yang menggunakan PVC (bahan plastik) ternyata mudah terbakar karena memakai PVC campuran.
Ia mengatakan, beberapa produsen sepatu China telah memiliki teknologi proses pencampuran PVC murni dengan sampah. Padahal, kata dia, seharusnya bahan alas dasar sepatu harus menggunakan PVC murni sehingga tidak mudah panas.
"Teknologi China bisa mencampuri 80% sampah, sedangkan sisanya 10% PVC murni. Mereka membuat bagusnya dengan coating," katanya.
Ia mengatakan, meski kasus-kasus mengganggu kesehatan maupun keamanan bagi produk sepatu jarang terjadi. Namun seharusnya tetap menjadi perhatian karena potensi ancaman gangguan keamanan konsumen tetap ada.
"Kalau kasus di Indonesia belum, mungkin karena masyarakatnya belum terlalu care," jelasnya.
(hen/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
