detikfinance

Sarana Menara Nusantara IPO Rp 117,844 Miliar

Indro Bagus SU - detikfinance
Jumat, 05/03/2010 16:36 WIB
Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan mencatatkan 112.232.500 saham ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada harga Rp 1.050 per saham. Total nilai IPO ini sebesar Rp 117,844 miliar.

Perseroan telah memperoleh pernyataan efektif Bapepam-LK pada 25 Februari 2010. Masa penawaran telah dilaksanakan pada 2-3 Maret 2010. Pencatatan di BEI (listing) akan dilangsungkan pada 8 Maret 2010.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Jumat (5/3/2010), saham perusahaan afiliasi dengan grup Djarum ini bernilai nominal Rp 500 per saham. Harga IPO dibanderol sebesar Rp 1.050 per saham.

Dengan jumlah saham yang akan dicatatkan sebanyak 211.232.500 saham, maka total IPO ini senilai Rp 117,844 miliar. Perseroan menunjuk PT Dinamika Usahajaya sebagai penjamin emisi IPO.

Sarana Menara merupakan pemegang 99,9992% saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Pemegang saham Protelindo lainnya adalah PT Tricipta Mandhala Gumilang (0,0004%) dan PT Caturguwiratna Sumapala (0,0004%).

Semula, Protelindo yang akan mencatatkan 285,36 juta sahamnya di BEI sebelum akhir Desember 2009. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum dapat terlaksana.

Rupanya, rencana berubah. Sarana Menara sebagai induk usaha Protelindo yang akan melaksanakan IPO. Namun belum ada keterangan mengenai target dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini.

Sebagai catatan, semula dana IPO Protelindo bakal digunakan untuk untuk membayar sebagian kewajiban dari pinjaman senilai US$ 360 juta dan Rp1,18 triliun yang diteken pada 26 November 2008.

Melalui perjanjian itu, Protelindo memperoleh fasilitas pinjaman dari ABN AMRO Bank NV Singapura, Chinatrust Commercial Bank, CIMB Bank Singapura, DBS Bank, Standard Chartered Bank, OCBC, BCA, dan Bank Mandiri.

Dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut dipakai untuk membiayai akuisisi menara telekomunikasi, serta melunasi pinjaman ke DBS Bank, Standard Chartered Bank, BCA, dan Bank Permata.



(dro/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?