detikfinance

BP Migas Pasok LNG Tangguh dan Bontang ke PGN

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Jumat, 05/03/2010 20:17 WIB
Jakarta - BP Migas siap mengalokasikan gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) dari kilang Tangguh dan  Bontang untuk mengatasi defisit pasokan gas yang dialami PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

"Kita mau kasih dari Bontang dan Tangguh," kata Kepala BP Migas R Priyono di Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/3/2010)

Namun sayangnya, penyaluran gas dari Tangguh dan Bontang tersebut ke para pelanggan PGN tersebut sepertinya tidak mungkin terealisasi dalam waktu dekat karena terganjalnya ketiadaan infrastruktur penyaluran gas.

"Tapi bagaimana dapat disalurkan ke industri, pipanya mana, receiving LNG terminal-nya mana. PGN baru siapkan LNG receiving terminal pada 2011," kata dia.

Terkait keinginan PGN untuk memperpanjang kontrak pembelian gas dari lapangan ONWJ yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Priyono menyatakan hal tersebut tidak dapat dilakukan karena  produksi gas dari lapangan tersebut sudah dialokasikan ke Pupuk Kujang dan PLN.
 
"Kalau kontraknya habis tinggal diperpanjang saja, tapi kalau gasnya tidak ada mau bagaimana? BP Migas terserah lebih penting mana ketahanan pangan dan listrik atau industri?" kata dia.



(epi/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.