Pengusaha Sawit RI-Malaysia Kolaborasi Lawan Kampanye Hitam
Sabtu, 06/03/2010 10:37 WIB
Jakarta - Sebanyak enam asosiasi pengusaha kelapa sawit Indonesia-Malaysia yaitu GAPKI, Apkasindo, MPOA, SOPPOA, FELDA dan APIMI sepakat berkolaborasi membentuk forum kerjasama sesama produsen sawit dalam rangka suistainable palm oil.
Kerjasama ini bertujuan untuk menangani isu-isu terkait sektor sawit seperti isu gas rumah kaca, lahan gambut, perluasan lahan dan restriksi area kelapa sawit yang selama ini selalu menjadi batu sandungan para pengusaha kedua negara karena adanya tuduhan-tuduhan miring oleh banyak pihak termasuk NGO-NGO internasional maupun lokal.
Ketua Malaysia Palm Oil Association (MPOA) Dato Mamat Salleh dengan tegas mengatakan pembentukan forum bersama ini menjadi sarana posisi tawar yang kuat bagi Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi masalah-masalah persawitan terutama dalam menghadapi kampanye hitam (black campaign).
"Ini bisa sebagai posisi tawar kita, yang saya yakini akan ampuh," katanya dalam acara penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) antara 6 asosiasi sawit Indonesia dengan Malaysia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat malam (5/3/2010).
Acara kesepakatan ini juga dihadiri oleh Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia Tan Sri Bernard Dompok dan Menteri Pertanian Indonesia Suswono dan para pengusaha sawit Malaysia dan Indonesia.
Ia menjelaskan dalam keanggotaan Roundtable Sustainable on Pal Oil (RSPO) yang terdiri dari kalangan produsen sawit, NGO, konsumen pengguna dan lain-lain. Pihak produsen sawit kerap kali mendapat tekanan terutama yang menyangkut isu lingkungan dalam pengolahan produk sawit oleh para anggota RSPO lainnya.
Mamat Salleh mengharapkan setelah terbentuk forum kerjasama ini, Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan bersama, mengingat 85% pangsa pasar sawit dunia dipegang oleh kedua negara serumpun tersebut.
"Kerjasamama ini juga bermanfaat untuk berbagi pengetahuan tentang pengembangan pasar dan usaha bersama dalam promosi kampanye positif soal sustainable palm oil di dunia internasional," jelas Ketua Umum Gapki Joefly Bachroeny di tempat yang sama.
Selama ini Indonesia dan Malaysia merupakan anggota Roundtable Sustainable on Pal Oil (RSPO) yang merupakan prasyarat bagi Uni Eropa terhadap produsen sawit ketika akan memasukan produk-produk sawit ke wilayah tersebut.
Namun faktanya forum RSPO dianggap tidak adil oleh para pengusaha sawit karena dalam kasus-kasus tudingan perusakan lingkungan seringkali dilakukan sepihak oleh para NGO bidang lingkungan.
Kasus yang masih hangat dialami oleh Indonesia adalah produk sawit Sinar Mas (Smart) yang dihentikan kontraknya secara sepihak oleh Unilever Eropa karena mendapat laporan Green Peace soal tudingan perusakan hutan dalam membuka lahan sawit oleh Smart. Selain itu, Unilever juga telah mendaftarhitamkan produsen CPO asal Indonesia Duta Palma beberapa pekan lalu.
(hen/dnl)
Kerjasama ini bertujuan untuk menangani isu-isu terkait sektor sawit seperti isu gas rumah kaca, lahan gambut, perluasan lahan dan restriksi area kelapa sawit yang selama ini selalu menjadi batu sandungan para pengusaha kedua negara karena adanya tuduhan-tuduhan miring oleh banyak pihak termasuk NGO-NGO internasional maupun lokal.
Ketua Malaysia Palm Oil Association (MPOA) Dato Mamat Salleh dengan tegas mengatakan pembentukan forum bersama ini menjadi sarana posisi tawar yang kuat bagi Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi masalah-masalah persawitan terutama dalam menghadapi kampanye hitam (black campaign).
"Ini bisa sebagai posisi tawar kita, yang saya yakini akan ampuh," katanya dalam acara penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) antara 6 asosiasi sawit Indonesia dengan Malaysia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat malam (5/3/2010).
Acara kesepakatan ini juga dihadiri oleh Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia Tan Sri Bernard Dompok dan Menteri Pertanian Indonesia Suswono dan para pengusaha sawit Malaysia dan Indonesia.
Ia menjelaskan dalam keanggotaan Roundtable Sustainable on Pal Oil (RSPO) yang terdiri dari kalangan produsen sawit, NGO, konsumen pengguna dan lain-lain. Pihak produsen sawit kerap kali mendapat tekanan terutama yang menyangkut isu lingkungan dalam pengolahan produk sawit oleh para anggota RSPO lainnya.
Mamat Salleh mengharapkan setelah terbentuk forum kerjasama ini, Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan bersama, mengingat 85% pangsa pasar sawit dunia dipegang oleh kedua negara serumpun tersebut.
"Kerjasamama ini juga bermanfaat untuk berbagi pengetahuan tentang pengembangan pasar dan usaha bersama dalam promosi kampanye positif soal sustainable palm oil di dunia internasional," jelas Ketua Umum Gapki Joefly Bachroeny di tempat yang sama.
Selama ini Indonesia dan Malaysia merupakan anggota Roundtable Sustainable on Pal Oil (RSPO) yang merupakan prasyarat bagi Uni Eropa terhadap produsen sawit ketika akan memasukan produk-produk sawit ke wilayah tersebut.
Namun faktanya forum RSPO dianggap tidak adil oleh para pengusaha sawit karena dalam kasus-kasus tudingan perusakan lingkungan seringkali dilakukan sepihak oleh para NGO bidang lingkungan.
Kasus yang masih hangat dialami oleh Indonesia adalah produk sawit Sinar Mas (Smart) yang dihentikan kontraknya secara sepihak oleh Unilever Eropa karena mendapat laporan Green Peace soal tudingan perusakan hutan dalam membuka lahan sawit oleh Smart. Selain itu, Unilever juga telah mendaftarhitamkan produsen CPO asal Indonesia Duta Palma beberapa pekan lalu.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
