Malaysia Incar Produksi CPO 18,2 Juta ton di 2010
Sabtu, 06/03/2010 12:18 WIB
Jakarta - Malaysia akan meningkatkan produksi sawit mentahnya atau crude palm oil (CPO) hingga 18,2 juta ton pada tahun 2010 ini. Tahun 2009 lalu produksi CPO Malaysia hanya mencapai 17,65 juta ton.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Sawit Malaysia atau Malaysia Palm Oil Association (MPOA) Dato Mamat Salleh dalam acara jumpa pers di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat malam (5/3/2010).
"Produksi Malaysia ditargetkan tahun ini 18,2 juta ton, naik dari tahun 2009 lalu 17,65 juta ton," jelas Mamat Salleh.
Menurutnya target kenaikan produksi ini karena ada rencana perluasan lahan sawit di Malaysia dari saat ini 4,55 juta hektar menjadi 4,7 juta hektar. Selain itu faktor kematangan pohon dan produktivitas lahan menjadi penentu produksi CPO Malaysia di 2010.
"Tapi target ini tidak terlalu naik signifikan karena tenaga kerja nggak ada dan panas (cuaca)," jelasnya.
Ia juga mengatakan selain memperluas areal di negaranya, banyak pengusaha Malaysia melakukan ekspansi ke Indonesia, umumnya dilakukan dengan joint venture dengan mitra lokalnya di Indonesia. Tahun 2010 ini saja rencana penambahan areal lahan mencapai 1,5 juta hektar.
"Ada banyak yang joint venture kurang lebih 1,5 juta hektar," imbuhnya.
(hen/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Sawit Malaysia atau Malaysia Palm Oil Association (MPOA) Dato Mamat Salleh dalam acara jumpa pers di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat malam (5/3/2010).
"Produksi Malaysia ditargetkan tahun ini 18,2 juta ton, naik dari tahun 2009 lalu 17,65 juta ton," jelas Mamat Salleh.
Menurutnya target kenaikan produksi ini karena ada rencana perluasan lahan sawit di Malaysia dari saat ini 4,55 juta hektar menjadi 4,7 juta hektar. Selain itu faktor kematangan pohon dan produktivitas lahan menjadi penentu produksi CPO Malaysia di 2010.
"Tapi target ini tidak terlalu naik signifikan karena tenaga kerja nggak ada dan panas (cuaca)," jelasnya.
Ia juga mengatakan selain memperluas areal di negaranya, banyak pengusaha Malaysia melakukan ekspansi ke Indonesia, umumnya dilakukan dengan joint venture dengan mitra lokalnya di Indonesia. Tahun 2010 ini saja rencana penambahan areal lahan mencapai 1,5 juta hektar.
"Ada banyak yang joint venture kurang lebih 1,5 juta hektar," imbuhnya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
