Kampanye Hitam Sawit Dituding Ditunggangi Kepentingan
Sabtu, 06/03/2010 13:12 WIB
Jakarta - Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia Tan Sri Bernard Dompok menyatakan sangat mungkin adanya pihak-pihak yang menunggangi kampanye hitam (black campaign) atau pun tuduhan-tuduhan miring bagi para produsen sawit Indonesia maupun Malaysia khususnya soal perusakan lingkungan dalam industri kelapa sawit.
"Mungkin-mungkin juga, karena kelapa sawit ini komoditi yang ada kompetitornya, seperti rapseed oil," kata Tan Sri Bernard Dompok usai acara Memorandum of Collaborration antara 6 asosiasi sawit Indonesia-Malaysia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat malam (5/3/2010).
Ia mengatakan, banyak kemungkinan para NGO yang melaporkan tuduhan miring tidak tahu persis kondisi kedua negara dalam proses menanam kelapa sawit. Sehingga para organisasi pecinta lingkungan tersebut tidak mendapat informasi yang utuh.
"Kekeliruan dari NGO, apa ada yang melihat bentuknya kelapa sawit atau Orang Utan?," katanya.
Sehingga kata dia dengan adanya forum kolaborasi antara produsen-produsen sawit Indonesia dengan Malaysia bisa memberikan kesempatan informasi keadaan yang sebenarnya dalam pengolahan sawit di kedua negara.
"Mereka boleh berbincang dan merumuskan apa yang perlu," katanya.
Sementara itu Menteri Pertanian Suswono menambahkan secara regulasi pemerintah Indonesia sudah sangat tegas dalam hal pembukaan lahan untuk perkebunan khususnya sektor sawit. Ia mencontohkan sudah ada regulasi soal pelarangan pembukaan lahan sawit diatas kedalaman 3 meter.
"Memang dalam setiap areal tidak semuanya memiliki kedalaman flat," kata Suswono.
Seperti diketahui, kedua negara penghasil sawit terbesar di dunia ini kerap kali terkena tuduhan miring dan sepihak oleh lembaga-lembaga pecinta lingungan terkait pembukaan lahan sawit dan prosesnya. Beberapa kasus pembantalan kontrak seperti yang dialami Sinar Mas oleh Unilever menjadi contoh telak masalah ini.
Unilever sebelumnya telah memutuskan kontrak secara sepihak pembelian CPO kepada Sinar Mas (SMART) karena pihak Unilever mendapat laporan dari Green Peace.
(hen/dnl)
"Mungkin-mungkin juga, karena kelapa sawit ini komoditi yang ada kompetitornya, seperti rapseed oil," kata Tan Sri Bernard Dompok usai acara Memorandum of Collaborration antara 6 asosiasi sawit Indonesia-Malaysia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat malam (5/3/2010).
Ia mengatakan, banyak kemungkinan para NGO yang melaporkan tuduhan miring tidak tahu persis kondisi kedua negara dalam proses menanam kelapa sawit. Sehingga para organisasi pecinta lingkungan tersebut tidak mendapat informasi yang utuh.
"Kekeliruan dari NGO, apa ada yang melihat bentuknya kelapa sawit atau Orang Utan?," katanya.
Sehingga kata dia dengan adanya forum kolaborasi antara produsen-produsen sawit Indonesia dengan Malaysia bisa memberikan kesempatan informasi keadaan yang sebenarnya dalam pengolahan sawit di kedua negara.
"Mereka boleh berbincang dan merumuskan apa yang perlu," katanya.
Sementara itu Menteri Pertanian Suswono menambahkan secara regulasi pemerintah Indonesia sudah sangat tegas dalam hal pembukaan lahan untuk perkebunan khususnya sektor sawit. Ia mencontohkan sudah ada regulasi soal pelarangan pembukaan lahan sawit diatas kedalaman 3 meter.
"Memang dalam setiap areal tidak semuanya memiliki kedalaman flat," kata Suswono.
Seperti diketahui, kedua negara penghasil sawit terbesar di dunia ini kerap kali terkena tuduhan miring dan sepihak oleh lembaga-lembaga pecinta lingungan terkait pembukaan lahan sawit dan prosesnya. Beberapa kasus pembantalan kontrak seperti yang dialami Sinar Mas oleh Unilever menjadi contoh telak masalah ini.
Unilever sebelumnya telah memutuskan kontrak secara sepihak pembelian CPO kepada Sinar Mas (SMART) karena pihak Unilever mendapat laporan dari Green Peace.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
