detikfinance

Saham Perdana Sarana Menara Melejit Rp 100

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 08/03/2010 09:37 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, dibuka naik Rp 100 ke level Rp 1.150. Perseroan merupakan tamu keempat BEI tahun 2010.

Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, Senin (8/3/2010), saham TOWR langsung naik sebesar Rp 100 ke level Rp 1.150 per saham.

TOWR akan menerbitkan 112.232.500 saham baru atau setara dengan 11% dari total jumlah saham perseroan 1.020.292.500 saham. Dengan penetapan harga IPO sebesar Rp 1.050 per saham, TOWR akan memperoleh dana sebesar Rp 117,844 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah modal disetor di PT Protelindo dan untuk membayar sebagian kewajiban Protelindo kepada kreditur peserta sindikasi.

Perseroan menunjuk PT Dinamika Usahajaya sebagai penjamin emisi IPO.

Sarana Menara merupakan pemegang 99,9992% saham PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Pemegang saham Protelindo lainnya adalah PT Tricipta Mandhala Gumilang (0,0004%) dan PT Caturguwiratna Sumapala (0,0004%).

Semula, Protelindo yang akan mencatatkan 285,36 juta sahamnya di BEI sebelum akhir Desember 2009. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum dapat terlaksana.

Rupanya, rencana berubah. Sarana Menara sebagai induk usaha Protelindo yang akan melaksanakan IPO. Namun belum ada keterangan mengenai target dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini.

Sebagai catatan, semula dana IPO Protelindo bakal digunakan untuk untuk membayar sebagian kewajiban dari pinjaman senilai US$ 360 juta dan Rp1,18 triliun yang diteken pada 26 November 2008.

Melalui perjanjian itu, Protelindo memperoleh fasilitas pinjaman dari ABN AMRO Bank NV Singapura, Chinatrust Commercial Bank, CIMB Bank Singapura, DBS Bank, Standard Chartered Bank, OCBC, BCA, dan Bank Mandiri.

Dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut dipakai untuk membiayai akuisisi menara telekomunikasi, serta melunasi pinjaman ke DBS Bank, Standard Chartered Bank, BCA, dan Bank Permata.

 



(dro/dro)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?