Sri Mulyani 'Diserang' di UI
Senin, 08/03/2010 11:15 WIB
Depok - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali ke kampus. Namun kembalinya Sri Mulyani ke habitat kampusnya itu disambut oleh 'serangan' mahasiswa UI di dalam dan di luar kampus UI, Depok.
Dalam mata kuliah umumnya bertema dinamika ekonomi, Sri Mulyani diberondong pertanyaan mengenai kebijakan fiskalnya dalam APBN 2008 yang berujung pada kebijakannya mem-bailout Bank Century.
Seperti pertanyaan dari Izul mahasiswa ekonomi UI, yang mempertanyakan masalah koalisi partai yang menyebutkan Sri Mulyani sebagai pihak yang bersalah dalam kasus Bank Century serta apakah dalam mengambil keputusan Sri Mulyani sempat menyerah karena adanya tekanan politik.
Namun, Sri Mulyani hanya menjawab singkat pertanyaan tersebut saat memberikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi UI, Depok, Senin (8/3/2010).
"Banyak Zul (kebijakan yang terpengaruh politik), itu political choices. Kita pemerintah hatinya di 2 tempat. Mungkin kalian bisa bilang Menkeu bodoh amat sih ngambil keputusan begitu, kalian sebagai pengamat ngomonglah begitu, tapi sebagai pembuat kebijakan harus memperhatikan semuanya," jelasnya.
Namun, Sri Mulyani enggan menjawab pertanyaan soal koalisi karena dia menilai bukan pada forum yang seharusnya.
"Koalisi tidak saya jawab karena saya tidak sedang membicarakan dinamika politik tapi ekonomi," pungkasnyaa mengakhiri kuliah di auditorium FE UI yang berlangsung dari jam 8.30 sampai 10.30.
Sedangkan di luar kampus, Sri Mulyani juga 'diserang' oleh demo mahasiswa Forum Aksi Mahasiswa (FAM) UI terkait kasus Bank Century. Sekitar 10 orang mahasiswa UI berdemo di depan Gerbang UI. Mereka mencoba memblokade mobil Sri Mulyani namun berhasil digagalkan petugas keamanan kampus.
Seorang mahasiswa mencoba naik ke mobil pengawal Sri Mulyani, sehingga terjadi tarik menarik antara petugas keamanan UI dengan mahasiswa bersangkutan. Namun aksi ribut-ribut ini hanya berlangsung sekitar 10 menit.
Sri Mulyani pun tampaknya sudah menyadari kehadirannya akan disambut aksi demo.
"Soal penyelamataan Bank Century, ada yang menyarankan tidak usah diselamatkan nanti dijelaskan secara baik-baik ke masyarakat. Bagaimana bisa, ntar orang SMS dan tersebar soal ada bank yang ditutup. Ini aja sekarang saya kuliah pagi ini udah ada yang SMS, makanya tadi ada demo di depan," ujarnya.
(nia/qom)
Dalam mata kuliah umumnya bertema dinamika ekonomi, Sri Mulyani diberondong pertanyaan mengenai kebijakan fiskalnya dalam APBN 2008 yang berujung pada kebijakannya mem-bailout Bank Century.
Seperti pertanyaan dari Izul mahasiswa ekonomi UI, yang mempertanyakan masalah koalisi partai yang menyebutkan Sri Mulyani sebagai pihak yang bersalah dalam kasus Bank Century serta apakah dalam mengambil keputusan Sri Mulyani sempat menyerah karena adanya tekanan politik.
Namun, Sri Mulyani hanya menjawab singkat pertanyaan tersebut saat memberikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi UI, Depok, Senin (8/3/2010).
"Banyak Zul (kebijakan yang terpengaruh politik), itu political choices. Kita pemerintah hatinya di 2 tempat. Mungkin kalian bisa bilang Menkeu bodoh amat sih ngambil keputusan begitu, kalian sebagai pengamat ngomonglah begitu, tapi sebagai pembuat kebijakan harus memperhatikan semuanya," jelasnya.
Namun, Sri Mulyani enggan menjawab pertanyaan soal koalisi karena dia menilai bukan pada forum yang seharusnya.
"Koalisi tidak saya jawab karena saya tidak sedang membicarakan dinamika politik tapi ekonomi," pungkasnyaa mengakhiri kuliah di auditorium FE UI yang berlangsung dari jam 8.30 sampai 10.30.
Sedangkan di luar kampus, Sri Mulyani juga 'diserang' oleh demo mahasiswa Forum Aksi Mahasiswa (FAM) UI terkait kasus Bank Century. Sekitar 10 orang mahasiswa UI berdemo di depan Gerbang UI. Mereka mencoba memblokade mobil Sri Mulyani namun berhasil digagalkan petugas keamanan kampus.
Seorang mahasiswa mencoba naik ke mobil pengawal Sri Mulyani, sehingga terjadi tarik menarik antara petugas keamanan UI dengan mahasiswa bersangkutan. Namun aksi ribut-ribut ini hanya berlangsung sekitar 10 menit.
Sri Mulyani pun tampaknya sudah menyadari kehadirannya akan disambut aksi demo.
"Soal penyelamataan Bank Century, ada yang menyarankan tidak usah diselamatkan nanti dijelaskan secara baik-baik ke masyarakat. Bagaimana bisa, ntar orang SMS dan tersebar soal ada bank yang ditutup. Ini aja sekarang saya kuliah pagi ini udah ada yang SMS, makanya tadi ada demo di depan," ujarnya.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
