detikfinance

BEI Panggil Lagi Manajemen Bhakti Investama

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Senin, 08/03/2010 12:26 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuktikan janjinya untuk memanggil manajemen PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dalam minggu ini terkait meningkatnya harga saham mereka secara tidak wajar.

Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Senin (8/3/2010).

"Surat pemanggilannya sudah kami kirimkan. Mungkin minggu ini," ujarnya.

Menurutnya, pemanggilan manajeman tersebut terkait peningkatan harga saham perseroan secara tidak wajar, setelah suspensi dibuka pada awal Maret 2010.

"Pemanggilan agar lebih clear," tegasnya.

Harga saham BHIT, di awal pembukaan perdaganan Senin (1/3/2010), mengalami kenaikan hingga sempat menyentuh level Rp 710 per saham, naik Rp 90 dari penutupan akhir pekan lalu Rp 620 per saham.

Pada perdagangan 17 Februari 2010 langsung melesat ke level Rp 245 per saham. Pada penutupan perdagangan 19 Februari 2010, BHIT telah menyentuh angka Rp 340 per saham, naik Rp 125 (58,14%) dari posisi 16 Februari 2010.

Pada 22 Februari 2010, harga BHIT kembali melejit tajam ke level Rp 405 per saham. Oleh sebab itu, BEI memasukkan BHIT dalam kategori UMA. Justru setelah masuk kategori UMA, harga saham BHIT makin melesat tajam. Pada perdagangan 23 dan 24 Februari 2010, harga saham BHIT naik hingga menyentuh batas atas auto rejection berturut-turut.

Pada perdagangan Rabu (24/2/2010), BHIT ditutup di level Rp 620, naik Rp 405 (188,37%) dari harga penutupan 16 Februari 2010. Pada 25 Februari lalu, BEI mengenakan penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PT Bhakti Investama Tbk (BHIT).

Meski sejak suspensi dibuka kenaikan harga saham BHIT tidak signifikan, namun BEI tetap berencana memanggil manajemen perseroan guna meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kenaikan harga sahamnya pada Februari 2010.

Kabarnya, perburuan saham BHIT disebabkan adanya rencana perseroan untuk mengakuisisi perusahaan tambang dan asuransi. Namun realisasinya belum dapat dipublikasikan oleh manajemen BHIT.

 

 



(wep/dro)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?