Kota Terpadu Mandiri Bakal Jadi Magnet Investasi
Senin, 08/03/2010 13:44 WIB
Bengkulu - Pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) sebagai suatu wilayah transmigrasi terpadu akan dongkrak investasi. KTM diharapkan juga sebagai motor penggerak ekonomi kawasan transmigrasi guna mendongkrak tenaga kerja.
Hal tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar saat mencanangkan pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Senin (8/3/2010).
"Untuk kedepannya, pengembangan KTM dapat difokuskan untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru dengan mengembangkan konsep wirausaha baru di kawasan transmigrasi," kata Muhaimin.
Dikatakannya pengembangan KTM juga, untuk mendorong percepatan mewujudkan wirausahaan baru di kawasan transmigrasi, pemerintah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha tani, pembentukan kelompok tani dan koperasi serta penguatan kelembagaan keuangan mikro.
Khusus untuk KTM Lagita, lanjut Muhaimin, diharapkan dapat mendorong terciptanya sekitar 15.500 orang wirausahawan baru di kawasan transmigrasi.
Wirausahawan baru ini diharapkan akan mampu membantu menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan pertanian sekitar 2.220 orang, serta sektor-sektor lainnya sekitar 8.850, sehingga total tenaga kerja yang terserap dapat ditargetkan sebanyak 26.570 orang.
Menurut Muhaimin KTM Lagita dirancang menjadi pusat pertumbuhan melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan komoditas pertanian.
Selain itu, KTM Lagita akan dijadikan pusat kegiatan dan pelayanan agribisnis, pemuliaan tanaman unggul, pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian, industri, dan jasa di Provinsi Bengkulu khususnya di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Pembangunan KTM Lagita direncanakan pelaksanaannya selama 5 tahun membutuhkan anggaran sebesar Rp 60 Milyar lebih, yang bersumber dari APBN pemerintah pusat, APBD Kabupaten Bengkulu Utara, APBD Provinsi Bengkulu dan lintas sektor.
Wilayah pengembangan KTM Lagita meliputi 27 Unit Pemukiman Transmigrasi yang sudah diserahkan (PTD) dan pemekaran desanya, 1 Unit Pemukiman Transmigrasi yang sedang dibina (PTA), dan 59 desa-desa sekitar, dengan luasan wilayah 99.251 hektar dan jumlah penduduk sebanyak 158.111 jiwa.
Komoditas unggulan yang dikembangkan adalah kelapa sawit, karet, dan coklat, dengan nilai investasi sebesar Rp 886 miliar. Beberapa investor yang memiliki Hak Guna Usaha dalam kawasan KTM ini diantaranya PT. Perkebunan Nusantara, PT. Agricinal, PT. Pamor Ganda, PT. Mertju Buana, PT. Sandabi, PT. Api Meta Palma
dan lainnya, dengan luasan lahan Hak Guna Usaha lebih kurang 19.412 hektar.
KTM Lagita merupakan salah satu dari 44 KTM di seluruh Indonesia yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 293/MEN/IX/2009.
Muhaimin menjelaskan pembangunan KTM-KTM yang dirancang layaknya membangun kawasan transmigrasi yang bernuansa perkotaan, diharapkan terjadi akselerasi perekonomian pedesaan dan terwujudnya kawasan transmigrasi yang mandiri yang memberi peluang investasi dan membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
(hen/qom)
Hal tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar saat mencanangkan pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Senin (8/3/2010).
"Untuk kedepannya, pengembangan KTM dapat difokuskan untuk menarik investasi dan membuka lapangan kerja baru dengan mengembangkan konsep wirausaha baru di kawasan transmigrasi," kata Muhaimin.
Dikatakannya pengembangan KTM juga, untuk mendorong percepatan mewujudkan wirausahaan baru di kawasan transmigrasi, pemerintah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha tani, pembentukan kelompok tani dan koperasi serta penguatan kelembagaan keuangan mikro.
Khusus untuk KTM Lagita, lanjut Muhaimin, diharapkan dapat mendorong terciptanya sekitar 15.500 orang wirausahawan baru di kawasan transmigrasi.
Wirausahawan baru ini diharapkan akan mampu membantu menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri pengolahan pertanian sekitar 2.220 orang, serta sektor-sektor lainnya sekitar 8.850, sehingga total tenaga kerja yang terserap dapat ditargetkan sebanyak 26.570 orang.
Menurut Muhaimin KTM Lagita dirancang menjadi pusat pertumbuhan melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan komoditas pertanian.
Selain itu, KTM Lagita akan dijadikan pusat kegiatan dan pelayanan agribisnis, pemuliaan tanaman unggul, pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian, industri, dan jasa di Provinsi Bengkulu khususnya di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Pembangunan KTM Lagita direncanakan pelaksanaannya selama 5 tahun membutuhkan anggaran sebesar Rp 60 Milyar lebih, yang bersumber dari APBN pemerintah pusat, APBD Kabupaten Bengkulu Utara, APBD Provinsi Bengkulu dan lintas sektor.
Wilayah pengembangan KTM Lagita meliputi 27 Unit Pemukiman Transmigrasi yang sudah diserahkan (PTD) dan pemekaran desanya, 1 Unit Pemukiman Transmigrasi yang sedang dibina (PTA), dan 59 desa-desa sekitar, dengan luasan wilayah 99.251 hektar dan jumlah penduduk sebanyak 158.111 jiwa.
Komoditas unggulan yang dikembangkan adalah kelapa sawit, karet, dan coklat, dengan nilai investasi sebesar Rp 886 miliar. Beberapa investor yang memiliki Hak Guna Usaha dalam kawasan KTM ini diantaranya PT. Perkebunan Nusantara, PT. Agricinal, PT. Pamor Ganda, PT. Mertju Buana, PT. Sandabi, PT. Api Meta Palma
dan lainnya, dengan luasan lahan Hak Guna Usaha lebih kurang 19.412 hektar.
KTM Lagita merupakan salah satu dari 44 KTM di seluruh Indonesia yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 293/MEN/IX/2009.
Muhaimin menjelaskan pembangunan KTM-KTM yang dirancang layaknya membangun kawasan transmigrasi yang bernuansa perkotaan, diharapkan terjadi akselerasi perekonomian pedesaan dan terwujudnya kawasan transmigrasi yang mandiri yang memberi peluang investasi dan membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
