Implikasi Perubahan Lelang SBI
Selasa, 09/03/2010 11:11 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah merombak sistem lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari mingguan menjadi bulanan. BI juga lebih mengutamakan lelang SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan untuk menyerap ekses likuiditas ketimbang lelang SBI 1 bulan.
Apa saja implikasi dari kebijakan itu? Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan, berkurangnya lelang SBI 1 bulan akan membuat industri perbankan mengalami kendala dalam menempatkan dananya. Pasalnya, saat ini industri perbankan cenderung menempatkan dana kelolaannya dalam jangka waktu pendek.
"Perubahan lelang SBI dari mingguan menjadi bulanan membuat bank menjadi lebih sulit dalam penempatan kelebihan dananya dalam jangka waktu pendek atau mingguan di BI," ujar Sigit ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Selasa (09/03/2010).
Salah satu alternatif yang akan dilirik bank untuk penempatan dana yang sifatnya jangka pendek adalah Pinjamanan Antar Bank dan Fasilitas BI. Menurut Sigit, perbahan waktu lelang tidak akan serta merta membuat bank mengalihkan penempatan dananya ke kredit.
"Jadi kebijakan ini tidak banyak manfaatnya jika dimaksudkan untuk mendorong kredit," tegasnya.
Peningkatan kredit, lanjut Sigit, terjadi apabila ada peningkatan permintaan kredit dari sektor riil yang prospektif dan bankable.
"Untuk itu perlu kebijakan Pemerintah yang langsung memberikan dampak pada sektor riil agar sektor riil lebih prospektif, sehingga bank mengubah persepsi resikonya terhadap sektor riil," jelas Sigit.
Sementara Ekonom BII, Samuel Ringoringo mengatakan, pengurangan lelang SBI 1 bulan akan membuat investor 'membanjiri' lelang Surat Perbendaharaan Negara (SPN/T-Bills).
"Dengan melihat fakta 60% dana SBI ditempatkan ke SBI bertenor 1 bulan, maka pengurangan frekuensi lelang akan menambah likuiditas di pasar uang dan menurunkan suku bunga inter-bank dalam jangka pendek," jelas Samuel.
Mengenai dampaknya pada nilai tukar rupiah, ekonom Citigroup Johanna Chua mengatakan, selama risiko lingkunan masih konstruktif dan implementasi aturan tersebut dilakukan secara bertahap dan beraturan, maka diperkirakan dampaknya bisa minimal.
Sedangkan ekonom Bank Danamon Helmi Arman mengungkapkan, BI telah lama mengkomunikasikan aturan lelang SBI baru ini ke pelaku pasar sejak tahun lalu.
"Efek jangka pendek terhadap rupiah mungkin netral hingga negatif meski mata uang ini faktanya tidak terlalu bergejolak secara jangka panjang," ujar Helmi.
Seperti diketahui, Mulai bulan Juni 2010, BI hanya akan menggelar lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebulan sekali. Sebelumnya BI menggelar lelang SBI setiap seminggu sekali dan melakukan penyerapan ekses likuiditas rupiah dengan lebih mengutamakan kepada SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan.
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, pelaksanaan lelang dari mingguan menjadi bulanan diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.
(dru/qom)
Apa saja implikasi dari kebijakan itu? Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan, berkurangnya lelang SBI 1 bulan akan membuat industri perbankan mengalami kendala dalam menempatkan dananya. Pasalnya, saat ini industri perbankan cenderung menempatkan dana kelolaannya dalam jangka waktu pendek.
"Perubahan lelang SBI dari mingguan menjadi bulanan membuat bank menjadi lebih sulit dalam penempatan kelebihan dananya dalam jangka waktu pendek atau mingguan di BI," ujar Sigit ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Selasa (09/03/2010).
Salah satu alternatif yang akan dilirik bank untuk penempatan dana yang sifatnya jangka pendek adalah Pinjamanan Antar Bank dan Fasilitas BI. Menurut Sigit, perbahan waktu lelang tidak akan serta merta membuat bank mengalihkan penempatan dananya ke kredit.
"Jadi kebijakan ini tidak banyak manfaatnya jika dimaksudkan untuk mendorong kredit," tegasnya.
Peningkatan kredit, lanjut Sigit, terjadi apabila ada peningkatan permintaan kredit dari sektor riil yang prospektif dan bankable.
"Untuk itu perlu kebijakan Pemerintah yang langsung memberikan dampak pada sektor riil agar sektor riil lebih prospektif, sehingga bank mengubah persepsi resikonya terhadap sektor riil," jelas Sigit.
Sementara Ekonom BII, Samuel Ringoringo mengatakan, pengurangan lelang SBI 1 bulan akan membuat investor 'membanjiri' lelang Surat Perbendaharaan Negara (SPN/T-Bills).
"Dengan melihat fakta 60% dana SBI ditempatkan ke SBI bertenor 1 bulan, maka pengurangan frekuensi lelang akan menambah likuiditas di pasar uang dan menurunkan suku bunga inter-bank dalam jangka pendek," jelas Samuel.
Mengenai dampaknya pada nilai tukar rupiah, ekonom Citigroup Johanna Chua mengatakan, selama risiko lingkunan masih konstruktif dan implementasi aturan tersebut dilakukan secara bertahap dan beraturan, maka diperkirakan dampaknya bisa minimal.
Sedangkan ekonom Bank Danamon Helmi Arman mengungkapkan, BI telah lama mengkomunikasikan aturan lelang SBI baru ini ke pelaku pasar sejak tahun lalu.
"Efek jangka pendek terhadap rupiah mungkin netral hingga negatif meski mata uang ini faktanya tidak terlalu bergejolak secara jangka panjang," ujar Helmi.
Seperti diketahui, Mulai bulan Juni 2010, BI hanya akan menggelar lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebulan sekali. Sebelumnya BI menggelar lelang SBI setiap seminggu sekali dan melakukan penyerapan ekses likuiditas rupiah dengan lebih mengutamakan kepada SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan.
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, pelaksanaan lelang dari mingguan menjadi bulanan diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
