detikfinance

RI Diragukan Sanggup Ikuti Integrasi Pasar ASEAN

Ramdhania El Hida - detikfinance
Selasa, 09/03/2010 12:41 WIB
Jakarta - Sebagai bagian dari pembentukan ASEAN Economic Community (AEC), ada 199 standar barang elektronik yang harus diharmonisasi. Namun Indonesia baru menyelesaikan 19 standar yang tertuang dalam perjanjuan Mutual Recognition Arrangement On Electric and Electronic Equipment (EEEMRA). Indonesia diragukan kesiapannya.

Demikian disampaikan Kepala pusat Litbag Iklim Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Edward dalam seminar Diseminasi Hasil Litbang Perdagangan Tahun 2009 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (9/3/2010).

Dalam rangka pembentukan ASEAN Economic Community, ditetapkan 4 pilar utama. Salah satu pilar di antaranya kebebasan arus barang. Untuk itu, perlunya penghapusan hambatan non tarif. Namun, lanjut Edward, seiring dengan penghapusan hambatan non taif tersebut, perlu adanya harmonisasi standar barang.

"Program harmonisasi standar ASEAN dalam The ASEAN Framework Agreement for The Integration of Priority Sectors mencakup 12 sektor," ungkapnya.

Keduabelas sektor tersebut terdiri dari wood based product, automotives, rubber based products, textile and apparels, agro based products, fisheries, electronics, E-ASEAN, healthcare, air travel, tourism, dan jasa logistik.

Edward menyatakan rencana implementasi harmonisasi standar barang di tingkat ASEAN awalnya direncanakan mulai pada tahun 2020 tetapi dipercepat pada 2015.

Untuk EEEMRA, lanjut Edward, telah disepakati 199 standar untuk diharmonisasikan. Namun, Indonesia baru memenuhi 19 standard yang sudah diharmonisasikan. "Di sinilah dipertanyakan kesiapan kita, apakah kita siap?" ujarnya.

Edward menyayangkan kesiapan Indonesia ini karena jika dibandingkan beberapa negara di ASEAN, Indonesia masih memiliki kesiapan standard yang cukup rendah.

"Malaysia telah siap 156 standar dari 199 tadi, Singapura 34 standar, Thailand 56, dan Vietnam 20 standar. Jadi dari 4 negara lain, Indonesia masih belum siap," ungkapnya.

Rencananya, implementasi program harmonisasi standar ini akan dipercepat pada tahun 2011. "Tahun 2011 itu sudah di depan mata, jadi harus segera disiapkan," tukasnya.



(nia/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?