BUMN Diminta Lepas Cucu Usaha
Selasa, 09/03/2010 12:47 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Usaha (BUMN) meminta seluruh perusahaan pelat merah melepas seluruh cucu usahanya. BUMN hanya boleh memiliki anak usaha saja.
Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, sekarang ini anak usaha BUMN berkembang lebih cepat dan membentuk banyak cucu usaha sehingga sulit untuk dikendalikan.
"Jadi kalau memang perlu perusahaan baru untuk mengurus lini bisnisnya, jangan suruh anak usaha bikin anak usaha lagi. Tapi BUMN itu bentuk anak usaha baru saja," katanya di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Sebelumnya, Kementerian BUMN sudah meminta seluruh perusahaan pelat merah melakukan audit terhadap seluruh anak dan cucu perusahaannya. Nantinya, anak atau cucu usaha yang sudah tidak menghasilkan diminta untuk dilepas saja.
"Tapi kalau masih menghasilkan silakan dipertahankan. Tapi usahakan tetap di layer 1, jangan sampai ada lagi layer 2 dan 3," imbuhnya.
Ia mengatakan, saat ini jumlah anak usaha BUMN mencapai sekitar 600 perusahaan, belum termasuk cucu perusahaan. Dengan jumlah yang cukup besar ini, Mustafa mengatakan akan menjadi kesulitan bagi BUMN untuk memperhatikan semuanya.
(ang/dnl)
Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, sekarang ini anak usaha BUMN berkembang lebih cepat dan membentuk banyak cucu usaha sehingga sulit untuk dikendalikan.
"Jadi kalau memang perlu perusahaan baru untuk mengurus lini bisnisnya, jangan suruh anak usaha bikin anak usaha lagi. Tapi BUMN itu bentuk anak usaha baru saja," katanya di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Sebelumnya, Kementerian BUMN sudah meminta seluruh perusahaan pelat merah melakukan audit terhadap seluruh anak dan cucu perusahaannya. Nantinya, anak atau cucu usaha yang sudah tidak menghasilkan diminta untuk dilepas saja.
"Tapi kalau masih menghasilkan silakan dipertahankan. Tapi usahakan tetap di layer 1, jangan sampai ada lagi layer 2 dan 3," imbuhnya.
Ia mengatakan, saat ini jumlah anak usaha BUMN mencapai sekitar 600 perusahaan, belum termasuk cucu perusahaan. Dengan jumlah yang cukup besar ini, Mustafa mengatakan akan menjadi kesulitan bagi BUMN untuk memperhatikan semuanya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
40 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
