detikfinance

PGN Impor 2 Juta Ton LNG Dari Qatar

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Selasa, 09/03/2010 15:59 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana mengimpor 1,5–2 juta ton per tahun gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Qatar. Realisasi dari impor tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah.

"Kami ingin ajak pemerintah ke Qatar untuk membeli LNG sekitar 1,5- 2 juta ton per tahun dari sana," ujar Vice President Pasokan Gas PGN Gamal Imam Santoso di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/3/2010).

Gamal menyatakan, impor LNG tersebut digunakan untuk melengkapi kebutuhan fasilitas floating storage and regasification terminal (FSRT) yang akan dibangun di Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Menurut dia, kedua FSRT itu membutuhkan LNG sebesar 4,5 juta ton per tahun, dimana untuk FSRT di Sumatera Utara memerlukan 1,5 juta ton per tahun, sementara FSRT di Jawa Barat membutuhkan sekitar 3 juta ton per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan LNG kedua FSRT tersebut, lanjut dia, PGN baru mendapatkan komitmen pasokan LNG dari kilang Bontang sebesar 11,75 juta ton dengan masa kontrak selama 10 tahun mulai 2012.

"Saat ini, kami juga masih bernegosiasi untuk mendapatkan LNG Tangguh yang merupakan diversi Sempra sebanyak 1,5 juta ton," ungkapnya.

Direktur Pengembangan Usaha PGN Michael Baskoro menyatakan, meskipun pihaknya telah berkomunikasi yang intensif dengan produsen gas di Qatar, namun untuk merealisasikan rencananya tersebut, pihaknya masih harus mendapatkan dukungan dari pemerintah karena produsen gas di Qatar hanya bersedia menyalurkan gasnya untuk PGN jika ada dukungan pemerintah.

"Qatar melihatnya pemerintah Indonesia sehingga kami membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mendapatkan LNG itu," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo menyatakan pihaknya siap memberikan persetujuan terkait rencana PGN untuk mengimpor 1,5-2 juta ton per tahun LNG dari Qatar.

"Kalau itu (persetujuan) diperlukan, why not? bisa-bisa saja tidak masalah," ujar Evita.

Namun Evita berharap PGN sebaiknya lebih mengutamakan pasokan LNG dari dalam negeri sebelum realisasikan rencana impornya.

"Saya sih lihat kita mau gunakan kemampuan dalam negeri semaksimal mungkin. Tapi kita juga harus ada cadangan dari sana. Namun tetap saja, semua itu tidak ada artinya kalau infrastrukturnya tidak ada," paparnya.



(epi/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?