BNI Gelar Rights Issue di Semester II-2010
Selasa, 09/03/2010 18:38 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan menggelar penerbitan saham baru alias rights issue pada semester II-2010. Padahal sebelumnya perseroan sudah menyatakan membatalkan rencana rights issue tersebut.
Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, jumlah saham yang akan diterbitkan sekitar 13 persen. Rencana ini akan diusulkan kepada DPR dan tiga kementerian sekaligus, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.
"Kalau sampai saham yang beredar lebih dari 40 persen di bursa kan kita dapat insentif pajak," katanya di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Gatot mengatakan, saat ini pemerintah menguasai 76 persen kepemilikan saham di bank pelat merah itu. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 13 persen ditambah rencana greenshoe 3 persen, maka BNI sudah bisa menikmati insentif pajak.
"Rights issue saja dulu, yang greenshoe kan bisa ditunda dulu," imbuhnya.
Ia menambahkan, aksi korporasi ini secara prinsip sebetulnya sudah mendapat restu dari DPR, namun pemerintah belum juga memberi izin padahal sudah diajukan sejak awal tahun 2010 lalu.
"Mereka (pemerintah) kan sedang sibuk program 100 hari dan Kasus Century, jadi wajar saja. Tapi nanti kita convince (yakinkan) ke pemerintah," jelasnya.
(ang/dnl)
Menurut Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, jumlah saham yang akan diterbitkan sekitar 13 persen. Rencana ini akan diusulkan kepada DPR dan tiga kementerian sekaligus, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.
"Kalau sampai saham yang beredar lebih dari 40 persen di bursa kan kita dapat insentif pajak," katanya di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Gatot mengatakan, saat ini pemerintah menguasai 76 persen kepemilikan saham di bank pelat merah itu. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 13 persen ditambah rencana greenshoe 3 persen, maka BNI sudah bisa menikmati insentif pajak.
"Rights issue saja dulu, yang greenshoe kan bisa ditunda dulu," imbuhnya.
Ia menambahkan, aksi korporasi ini secara prinsip sebetulnya sudah mendapat restu dari DPR, namun pemerintah belum juga memberi izin padahal sudah diajukan sejak awal tahun 2010 lalu.
"Mereka (pemerintah) kan sedang sibuk program 100 hari dan Kasus Century, jadi wajar saja. Tapi nanti kita convince (yakinkan) ke pemerintah," jelasnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
