496 MMSCFD Gas Dialokasikan Untuk Pabrik Pupuk
Selasa, 09/03/2010 19:14 WIB
Jakarta - Pemerintah mengalokasikan gas sebesar 496 juta standar kaki kubik per hari (Million Metric Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk di dalam negeri.
Pasokan gas tersebut baru dapat terealisasi jika para produsen pupuk membangun pabrik baru di dekat sumber gas.
Menurut data neraca gas Indonesia tahun 2010-2025 yang dikutip detikFinance, Selasa (9/3/2010), dari total gas yang dialokasikan untuk pabrik pupuk tersebut, pemerintah mengalokasikan sebesar 200 MMSCFD untuk pabrik pupuk yang dibangun di Papua, 91 MMSCFD untuk pabrik pupuk yang dibangun di Sulawesi Tengah, 85 MMSCFD dari Blok Cepu untuk pabrik baru di Petrokimia Gresik.
"Untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk di region Nangroe Aceh Darussalam (NAD) diharapkan diperoleh pasokan sebesar 120 MMSCFD dari blok A mulai tahun 2012," ujar data tersebut.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan gas bumi untuk pembangkit listrik di Jawa Barat dan Sumatera Utara perlu segera dilakukan pembangunan LNG receiving terminal guna menambah pasokan dari luar region yang berasal dari kilang Bontang maupun pasokan baru dari Blok Masela dan Natuna. Sedangkan pasokan untuk pembangkit listrik di Jawa timur dan Bali diharapkan dapat dipenuhi dari Blok Kangean mulai tahun 2011.
Dalam data neraca gas Indonesia tersebut juga menunjukan kondisi gas nasional untuk jangka pendek (2010) masih mengalami defisit. Pasalnya, dari keseluruhan contracted demand yang sudah terkontrak hanya 88,9 persen dari existing supply dan project supply.
Hal tersebut disebabkan adanya penurunan produksi dari lapangan gas bumi serta terjadinya keterlambatan produksi dari lapangan gas bumi baru. Sedangkan dari contracted demand dan commited demand hanya dapat dipenuhi sebesar 75,7 persen dari existing supply dan project supply.
Data neraca gas Indonesia jangka menengah (2010-2014), menunjukan contracted demand dapat dipenuhi rata-rata sebesar 115 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Sedangkan dari sisi contracted demand dan committed demand hanya dapat dipenuhi rata-rata 81,7 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Hal itu disebabkan oleh menurunnya kemampuan produksi secara alamiah (natural decline) dan adanya kenaikan commited demand.
Data neraca gas Indonesia jangka panjang (2010-2025), menunjukkan contracted demand dapat dipenuhi, bahkan mengalami over supply rata-rata sebesar 148 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Hal tersebut disebabkan adanya penambahan pasokan yang diperkirakan dari mulai berproduksinya lapangan gas bumi yang berstatus project supply dan menurunnya contrated demand pada masa-masa akhir kontraknya.
Sedangkan dari sisi contracted demand dan commited demand hanya dapat dipenuhi rata-rata sebesar 73 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Hal tersebut disebabkan oleh menurunnya kemampuan produksi secara alamiah (natural decline) dan adanya kenaikan commited demand.
(epi/dnl)
Pasokan gas tersebut baru dapat terealisasi jika para produsen pupuk membangun pabrik baru di dekat sumber gas.
Menurut data neraca gas Indonesia tahun 2010-2025 yang dikutip detikFinance, Selasa (9/3/2010), dari total gas yang dialokasikan untuk pabrik pupuk tersebut, pemerintah mengalokasikan sebesar 200 MMSCFD untuk pabrik pupuk yang dibangun di Papua, 91 MMSCFD untuk pabrik pupuk yang dibangun di Sulawesi Tengah, 85 MMSCFD dari Blok Cepu untuk pabrik baru di Petrokimia Gresik.
"Untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk di region Nangroe Aceh Darussalam (NAD) diharapkan diperoleh pasokan sebesar 120 MMSCFD dari blok A mulai tahun 2012," ujar data tersebut.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan gas bumi untuk pembangkit listrik di Jawa Barat dan Sumatera Utara perlu segera dilakukan pembangunan LNG receiving terminal guna menambah pasokan dari luar region yang berasal dari kilang Bontang maupun pasokan baru dari Blok Masela dan Natuna. Sedangkan pasokan untuk pembangkit listrik di Jawa timur dan Bali diharapkan dapat dipenuhi dari Blok Kangean mulai tahun 2011.
Dalam data neraca gas Indonesia tersebut juga menunjukan kondisi gas nasional untuk jangka pendek (2010) masih mengalami defisit. Pasalnya, dari keseluruhan contracted demand yang sudah terkontrak hanya 88,9 persen dari existing supply dan project supply.
Hal tersebut disebabkan adanya penurunan produksi dari lapangan gas bumi serta terjadinya keterlambatan produksi dari lapangan gas bumi baru. Sedangkan dari contracted demand dan commited demand hanya dapat dipenuhi sebesar 75,7 persen dari existing supply dan project supply.
Data neraca gas Indonesia jangka menengah (2010-2014), menunjukan contracted demand dapat dipenuhi rata-rata sebesar 115 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Sedangkan dari sisi contracted demand dan committed demand hanya dapat dipenuhi rata-rata 81,7 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Hal itu disebabkan oleh menurunnya kemampuan produksi secara alamiah (natural decline) dan adanya kenaikan commited demand.
Data neraca gas Indonesia jangka panjang (2010-2025), menunjukkan contracted demand dapat dipenuhi, bahkan mengalami over supply rata-rata sebesar 148 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Hal tersebut disebabkan adanya penambahan pasokan yang diperkirakan dari mulai berproduksinya lapangan gas bumi yang berstatus project supply dan menurunnya contrated demand pada masa-masa akhir kontraknya.
Sedangkan dari sisi contracted demand dan commited demand hanya dapat dipenuhi rata-rata sebesar 73 persen per tahun dari existing supply dan project supply. Hal tersebut disebabkan oleh menurunnya kemampuan produksi secara alamiah (natural decline) dan adanya kenaikan commited demand.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
