Sri Mulyani: Atas Nama Reformasi DPR Menyalahkan Saya
Rabu, 10/03/2010 07:47 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali curhat setelah dirinya dipersalahkan oleh DPR karena menyelamatkan Bank Century. Namun Sri Mulyani tidak merasa menjadi target.
"Saya pikir untuk mereformasi departemen keuangan itu gampang tapi ternyata terlihat susah. Di parlemen mereka bicara reformasi, tapi atas nama reformasi tersebut mereka menyalahkan saya," ujarnya diiringi gemuruh tepuk tangan para tamu dalam 'Foreign Press Gathering' di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa malam (9/3/2010).
Sri Mulyani tidak merasa dirinya menjadi target dari Pansus Bank Century yang dengan jelas menyebutkan namanya sebagai orang yang bertanggung jawab atas pemberian dana bailout Bank Century.
"Saya tidak merasa saya itu target. I have to think for a second," jawabnya mengenai pertanyaan salah satu wartawan asing yang menanyakan alasan mengapa Sri Mulyani menjadi target Pansus.
Sri Mulyani yakin jika semua pihak berpikir jernih dan objektif serta menyerahkan masalah pada hukum maka tidak akan dipolitisasi.
"Untuk prosesnya seharusnya hukum tidak dapat disetir politik. Kebijakan untuk mem-bailout itu, jika ada proses yang salah harus dibuktikan dan diproses hukum, itu tidak akan ada masalah tapi akan jadi masalah karena dicampur politik," ujarnya.
Sri Mulyani menyatakan sejauh ini tidak ada yang protes atas kebijakan yang dilakukannya untuk menyelamatkan Bank Centuy.
"Presiden juga bilang, semua harus dilihat secara proporsional apakah kebijakan itu salah atau benar, kalau di-impact benar atau salahnya bisa dilihat dari dampaknya. Selama ini tidak ada komplain tentang kebijakan itu," ungkapnya.
Mengakhiri jawabanya, Sri Mulyani menyampaikan "Indonesia is always noise, always messy, but policy is always previllege".
Seperti diketahui, DPR telah memutuskan proses pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) Bank Century bermasalah. DPR dalam lampiran kesimpulannya meminta Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani non-aktif karena dinilai ikut terlibat dalam kasus tersebut.
(nia/qom)
"Saya pikir untuk mereformasi departemen keuangan itu gampang tapi ternyata terlihat susah. Di parlemen mereka bicara reformasi, tapi atas nama reformasi tersebut mereka menyalahkan saya," ujarnya diiringi gemuruh tepuk tangan para tamu dalam 'Foreign Press Gathering' di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa malam (9/3/2010).
Sri Mulyani tidak merasa dirinya menjadi target dari Pansus Bank Century yang dengan jelas menyebutkan namanya sebagai orang yang bertanggung jawab atas pemberian dana bailout Bank Century.
"Saya tidak merasa saya itu target. I have to think for a second," jawabnya mengenai pertanyaan salah satu wartawan asing yang menanyakan alasan mengapa Sri Mulyani menjadi target Pansus.
Sri Mulyani yakin jika semua pihak berpikir jernih dan objektif serta menyerahkan masalah pada hukum maka tidak akan dipolitisasi.
"Untuk prosesnya seharusnya hukum tidak dapat disetir politik. Kebijakan untuk mem-bailout itu, jika ada proses yang salah harus dibuktikan dan diproses hukum, itu tidak akan ada masalah tapi akan jadi masalah karena dicampur politik," ujarnya.
Sri Mulyani menyatakan sejauh ini tidak ada yang protes atas kebijakan yang dilakukannya untuk menyelamatkan Bank Centuy.
"Presiden juga bilang, semua harus dilihat secara proporsional apakah kebijakan itu salah atau benar, kalau di-impact benar atau salahnya bisa dilihat dari dampaknya. Selama ini tidak ada komplain tentang kebijakan itu," ungkapnya.
Mengakhiri jawabanya, Sri Mulyani menyampaikan "Indonesia is always noise, always messy, but policy is always previllege".
Seperti diketahui, DPR telah memutuskan proses pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) Bank Century bermasalah. DPR dalam lampiran kesimpulannya meminta Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani non-aktif karena dinilai ikut terlibat dalam kasus tersebut.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
