RI Bidik 'Investment Grade' Setahun Lagi
Rabu, 10/03/2010 11:01 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, pihaknya akan berupaya agar peringkat 'Investment Grade' bisa diraih Indonesia kurang dari 1 tahun mendatang.
"Kami berupaya kurang dari 1 tahun investment grade bisa ditingkatkan," ujar Sri Mulyani dalam Foreign Press Gathering di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa malam (9/3/2010).
Menurut Sri Mulyani, para pemberi rating telah melihat APBN Indonesia yang sehat, bahkan melebihi negara lain. Begitu juga dengan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
"Mereka lebih melihat dari budget. Mereka bilang budget kita kesehatannya di atas rata-rata dibandingkan negara lain. Kapital tetap bagus karena kualitas ekonomi yang bagus," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu menyatakan Indonesia bisa mencapai investment grade jika bisa memperbaiki iklim investasi dan laporan keuangan baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Kalau rating itu kan selalu menanyakan mengenai konsolidasi pendapatan daerah, kemudian ada risiko-risiko BUMN yang investor ingin tahu. Kita kan mulai dengan publikasi risiko fiskal, kemudian konsolidasi LKPP pusat dan daerah,kemudian aset mudah-mudahan lebih baik," ujarnya.
Untuk memperbaiki iklim investasi tersebut, lanjut Anggito, pemerintah mengusahakan insentif di sektor pajak dan menyelesaikan hambatan-hambatan dalam pengembagan infrastruktur.
"Mulai dari UU pajak, memberikan insentif. Kemudian debottlenecking dari infrastruktur, itu kan dianggap Indonesia belum bisa maju karena masalah-masalah tanah itu belum terselesaikan. Kalau kita bisa menyelesaikan itu, mudah-mudahan bisa upgrade," harapnya.
Seperti diketahui, S&P pada Oktober 2009 lalu menaikkan outlook Indonesia menjadi 'positif', dengan peringkat sovereign untuk utang valas dalam jangka panjang ke 'BB-' dan peringkat utang dalam rupiah ke 'BB+'. Kenaikan outlook itu sehubungan dengan ekspektasi pengurangan utang dan kehati-hatian manajeman fiskal yang dilakukan pemerintah.
(nia/qom)
"Kami berupaya kurang dari 1 tahun investment grade bisa ditingkatkan," ujar Sri Mulyani dalam Foreign Press Gathering di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa malam (9/3/2010).
Menurut Sri Mulyani, para pemberi rating telah melihat APBN Indonesia yang sehat, bahkan melebihi negara lain. Begitu juga dengan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
"Mereka lebih melihat dari budget. Mereka bilang budget kita kesehatannya di atas rata-rata dibandingkan negara lain. Kapital tetap bagus karena kualitas ekonomi yang bagus," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu menyatakan Indonesia bisa mencapai investment grade jika bisa memperbaiki iklim investasi dan laporan keuangan baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Kalau rating itu kan selalu menanyakan mengenai konsolidasi pendapatan daerah, kemudian ada risiko-risiko BUMN yang investor ingin tahu. Kita kan mulai dengan publikasi risiko fiskal, kemudian konsolidasi LKPP pusat dan daerah,kemudian aset mudah-mudahan lebih baik," ujarnya.
Untuk memperbaiki iklim investasi tersebut, lanjut Anggito, pemerintah mengusahakan insentif di sektor pajak dan menyelesaikan hambatan-hambatan dalam pengembagan infrastruktur.
"Mulai dari UU pajak, memberikan insentif. Kemudian debottlenecking dari infrastruktur, itu kan dianggap Indonesia belum bisa maju karena masalah-masalah tanah itu belum terselesaikan. Kalau kita bisa menyelesaikan itu, mudah-mudahan bisa upgrade," harapnya.
Seperti diketahui, S&P pada Oktober 2009 lalu menaikkan outlook Indonesia menjadi 'positif', dengan peringkat sovereign untuk utang valas dalam jangka panjang ke 'BB-' dan peringkat utang dalam rupiah ke 'BB+'. Kenaikan outlook itu sehubungan dengan ekspektasi pengurangan utang dan kehati-hatian manajeman fiskal yang dilakukan pemerintah.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
