OCBC NISP Terbitkan Subdebt Rp 600 Miliar di Kuartal II-2010
Rabu, 10/03/2010 11:38 WIB
Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) berencana untuk menerbitkan obligasi subordinasi atau subdebt sebesar Rp 600 miliar pada kuartal II-2010. Saat ini perseroan sedang menyeleksi penjamin emisi atau underwriter untuk penerbitan obligasi subordinasi atau subdebt tersebut.
"Bulan ini harus sudah ada (underwriter). Secepatnya kita seleksi," kata Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja usai penandatanganan kerjasama dengan Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Ia mengatakan, nilai surat utang yang akan diterbitkan mencapai Rp 600 miliar. Namun, angka tersebut masih disesuaikan dengan kondisi pasar dan berpotensi naik.
"Bisa lebih di atas segitu. Masih kita hitung dulu, sesuaikan dengan kondisi pasar," jelasnya.
Rencananya, subdebt itu akan diterbitkan dalam denominasi rupiah. Namun, tidak menutup kemungkinan juga akan diterbitkan dalam denominasi Dolar Amerika Serikat.
"Nanti kita lihat yang lebih baik setelah pilih underwriter. Kemungkinan antara keduanya selalu ada, tapi biasanya lebih efisien rupiah," ujarnya.
Ia mengaku optimistis surat utangnya bisa terserap oleh pasar meskipun banyak bank yang berencana menerbitkan subdebt tahun ini. Bank-bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk dan lain-lain.
(ang/dnl)
"Bulan ini harus sudah ada (underwriter). Secepatnya kita seleksi," kata Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja usai penandatanganan kerjasama dengan Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Ia mengatakan, nilai surat utang yang akan diterbitkan mencapai Rp 600 miliar. Namun, angka tersebut masih disesuaikan dengan kondisi pasar dan berpotensi naik.
"Bisa lebih di atas segitu. Masih kita hitung dulu, sesuaikan dengan kondisi pasar," jelasnya.
Rencananya, subdebt itu akan diterbitkan dalam denominasi rupiah. Namun, tidak menutup kemungkinan juga akan diterbitkan dalam denominasi Dolar Amerika Serikat.
"Nanti kita lihat yang lebih baik setelah pilih underwriter. Kemungkinan antara keduanya selalu ada, tapi biasanya lebih efisien rupiah," ujarnya.
Ia mengaku optimistis surat utangnya bisa terserap oleh pasar meskipun banyak bank yang berencana menerbitkan subdebt tahun ini. Bank-bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Permata Tbk dan lain-lain.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
