Pertamina Diminta Masuk Blok Mahakam Sebelum 2017
Rabu, 10/03/2010 13:28 WIB
Jakarta - Pemerintah mendorong PT Pertamina (Persero) untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum berakhirnya Production Sharing Contract (PSC) Total EP Indonesie pada 2017.
"Kami ingin sebelum expired Pertamina sudah masuk," ujar Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh di Kantor ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Meskipun Pertamina masuk sebelum kontrak berakhir, namun saat kontrak tersebut berakhir maka lapangan tersebut tetap harus dikembalikan ke negara dan tidak secara otomatis diperpanjang. Jika Total mengajukan permohonan perpanjangan, maka pemerintah akan mempertimbangkannya dengan prinsip yang membuat posisi Indonesia menjadi lebih baik.
"Salah satu pertimbangannya yaitu Total, kontribusinya besar. Produksinya di atas target yang ditentukan. Tapi kita ingin kalau pun diperpanjang, peran Indonesia dalam hal ini Pertamina diperbesar," ungkapnya.
Seperti diketahui, Pertamina memang sudah menyatakan minatnya untuk masuk ke Blok Mahakam. Untuk memuluskan niatnya BUMN Migas tersebut sudah melakukan pembicaraan secara business to business dengan Total terkait rencana itu. Pada tahap awal, Pertamina berKeinginan masuk sekira 17 persen. Kemudian setelah 2017 itu mau majority dan jadi operator,
Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.
Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.
(epi/dnl)
"Kami ingin sebelum expired Pertamina sudah masuk," ujar Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh di Kantor ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Meskipun Pertamina masuk sebelum kontrak berakhir, namun saat kontrak tersebut berakhir maka lapangan tersebut tetap harus dikembalikan ke negara dan tidak secara otomatis diperpanjang. Jika Total mengajukan permohonan perpanjangan, maka pemerintah akan mempertimbangkannya dengan prinsip yang membuat posisi Indonesia menjadi lebih baik.
"Salah satu pertimbangannya yaitu Total, kontribusinya besar. Produksinya di atas target yang ditentukan. Tapi kita ingin kalau pun diperpanjang, peran Indonesia dalam hal ini Pertamina diperbesar," ungkapnya.
Seperti diketahui, Pertamina memang sudah menyatakan minatnya untuk masuk ke Blok Mahakam. Untuk memuluskan niatnya BUMN Migas tersebut sudah melakukan pembicaraan secara business to business dengan Total terkait rencana itu. Pada tahap awal, Pertamina berKeinginan masuk sekira 17 persen. Kemudian setelah 2017 itu mau majority dan jadi operator,
Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.
Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
