Kolaborasi Pengusaha Sawit RI-Malaysia Tak Mengarah Kartel
Rabu, 10/03/2010 15:14 WIB
Jakarta - Kolaborasi antara para pengusaha sawit Indonesia dengan Malaysia tidak akan mengarah pada upaya kartel harga produk sawit kedua negara. Kolaborasi itu justru untuk melawan persepsi yang salah terhadap sektor sawit.
"Nggak dong, justru itu untuk meluruskan persepsi yang salah," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Mahendra menjelaskan kartel harga tidak mungkin dilakukan oleh kedua negara karena saat ini harga sawit mentah atau crude palm oil (CPO) justru menunjukan kenaikan harga. Bahkan lebih dari itu permintaan CPO di dunia termasuk ke Eropa terus menunjukan kenaikan.
Khusus mengenai adanya dugaan Uni Eropa yang mencoba menghadang produk CPO dari negara-negara produsen dengan berbagai alasan termasuk isu lingkungan, menurut Mahendra pihak Eropa harus realistis.
Mengingat produk minyak mentah seperti rapseed oil yang dihasilkan Eropa tak akan memenuhi kebutuhan negara-negara yang sudah menjadi satu masyarakat ekonomi tersebut.
"Mereka tidak akan sanggup memenuhi, harus realistis," serunya.
Seperti diketahui akhir pekan lalu sebanyak enam asosiasi pengusaha kelapa sawit Indonesia-Malaysia yaitu GAPKI, Apkasindo, MPOA, SOPPOA, FELDA dan APIMI sepakat berkolaborasi membentuk forum kerjasama sesama produsen sawit dalam rangka suistainable palm oil.
Kolaborasi itu bertujuan untuk menangani isu-isu terkait sektor sawit seperti isu gas rumah kaca, lahan gambut, perluasan lahan dan restriksi area kelapa sawit yang selama ini selalu menjadi batu sandungan para pengusaha kedua negara karena adanya tuduhan-tuduhan miring oleh banyak pihak termasuk NGO-NGO internasional maupun lokal.
Indonesia diprediksi akan mampu memroduksi CPO hingga 23,2 juta ton pada tahun 2010 atau naik 2,5 juta ton (10,7%) dibandingkan tahun 2009.
Sementara Malaysia diprediksi mampu memroduksi 18,2 juta ton CPO pada 2010, naik 3,5% dibandingkan tahun 2010. Sehingga total kenaikan produksi CPO dari 2 negara produsen terbesar ini mencapai 3,1 juta ton dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 2,3 juta ton.
(hen/qom)
"Nggak dong, justru itu untuk meluruskan persepsi yang salah," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Mahendra menjelaskan kartel harga tidak mungkin dilakukan oleh kedua negara karena saat ini harga sawit mentah atau crude palm oil (CPO) justru menunjukan kenaikan harga. Bahkan lebih dari itu permintaan CPO di dunia termasuk ke Eropa terus menunjukan kenaikan.
Khusus mengenai adanya dugaan Uni Eropa yang mencoba menghadang produk CPO dari negara-negara produsen dengan berbagai alasan termasuk isu lingkungan, menurut Mahendra pihak Eropa harus realistis.
Mengingat produk minyak mentah seperti rapseed oil yang dihasilkan Eropa tak akan memenuhi kebutuhan negara-negara yang sudah menjadi satu masyarakat ekonomi tersebut.
"Mereka tidak akan sanggup memenuhi, harus realistis," serunya.
Seperti diketahui akhir pekan lalu sebanyak enam asosiasi pengusaha kelapa sawit Indonesia-Malaysia yaitu GAPKI, Apkasindo, MPOA, SOPPOA, FELDA dan APIMI sepakat berkolaborasi membentuk forum kerjasama sesama produsen sawit dalam rangka suistainable palm oil.
Kolaborasi itu bertujuan untuk menangani isu-isu terkait sektor sawit seperti isu gas rumah kaca, lahan gambut, perluasan lahan dan restriksi area kelapa sawit yang selama ini selalu menjadi batu sandungan para pengusaha kedua negara karena adanya tuduhan-tuduhan miring oleh banyak pihak termasuk NGO-NGO internasional maupun lokal.
Indonesia diprediksi akan mampu memroduksi CPO hingga 23,2 juta ton pada tahun 2010 atau naik 2,5 juta ton (10,7%) dibandingkan tahun 2009.
Sementara Malaysia diprediksi mampu memroduksi 18,2 juta ton CPO pada 2010, naik 3,5% dibandingkan tahun 2010. Sehingga total kenaikan produksi CPO dari 2 negara produsen terbesar ini mencapai 3,1 juta ton dibandingkan tahun 2009 yang sebesar 2,3 juta ton.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
