detikfinance

Laju Kenaikan Melambat, IHSG Cuma Naik 13 Poin

Indro Bagus SU - detikfinance
Rabu, 10/03/2010 16:07 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup cuma naik 13 poin setelah naik cukup besar pada perdagangan sesi I tadi pagi. Pelemahan saham grup Astra membuat laju kenaikan IHSG melambat.

Mengawali perdagangan, IHSG sempat melemah hingga menyentuh level 2.652,849. Namun seiring dengan munculnya aksi beli pada saham-saham unggulan, IHSG langsung melesat tajam ke level 2.676,274 di titik tertinggi untuk hari ini.

Penguatan tajam saham Unilever (UNVR) masih memimpin kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini, diikuti dengan penguatan sejumlah saham-saham sektor industri dasar dan pertambangan batubara.

Hanya saham Bumi Resources (BUMI) diantara saham-saham batubara lainnya yang melemah lantaran telah mengalami peningkatan cukup besar selama beberapa hari terakhir. Saham Astra International (ASII) yang di awal perdagangan menguat cukup besar, berakhir di zona negatif diikuti dengan koreksi saham Astra Agro Lestari (AALI).

Kenaikan saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan saham-saham sektor konsumsi seperti Gudang Garam (GGRM), kemudian saham-saham industri dasar seperti Indocement (INTP) juga memberikan kontribusi besar dalam mempertahankan IHSG di zona positif.

Aktivitas transaksi beli investor asing sebesar Rp 1,218 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 855,785 miliar. Nilai transaksi beli bersih asing (foreign net buy) hari ini sebesar Rp 362,71 miliar.

Itu berarti, selama 3 hari berturut-turut, asing mencatat net buy sebesar Rp 1,451 triliun.

Pada perdagangan Rabu (10/3/2010), IHSG ditutup menguat 13,052 poin (0,49%) ke level 2.670,219. Indeks LQ 45 juga menguat 2,183 poin (0,41%) ke level 522,533.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.175 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.190 per dolar AS.

Laju kenaikan bursa-bursa regional Asia juga tampak melambat. Bursa Shanghai dan Jepang mendahului nyemplung ke zona negatif.
  • Indeks Shanghai turun 20,21 poin (0,66%) ke level 3.048,93.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 0,74 poin (0,01%) ke level 21.208,29.
  • Indeks Nikkei-225 turun tipis 3,73 poin (0,04%) ke level 10.563,92.
  • Indeks Straits Times menguat 17,36 poin (0,61%) ke level 2.856,90.
  • Indeks Seoul naik tipis 1,41 poin (0,08%) ke level 1.662,24.


Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 91.269 kali pada volume 4,153 miliar lembar saham senilai Rp 3,604 triliun. Sebanyak 131 saham naik, 63 saham turun dan 80 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 12.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 650 ke Rp 13.900, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 490 ke Rp 2.450, Goodyear (GDYR) naik Rp 400 ke Rp 10.300, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 14.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 27.100, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 7.800.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Merck (MERK) turun Rp 400 ke Rp 74.600, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 24.950, Astra International (ASII) turun Rp 300 ke Rp 39.950, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 200 ke Rp 5.100, Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 8.600.

 



(dro/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.