Bhakti Investama Terbitkan 10% Saham Baru
Rabu, 10/03/2010 16:19 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dipastikan akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Jumlah saham yang diterbitkan sebanyak-banyaknya 10% dari total saham yang dimiliki perseroan saat ini.
Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito saat ditemui di kantornya Gedung BEI SCBD Jakarta Rabu (10/3/2010).
Perseroan melaporkan rencana mereka kepada otoritas pasar modal tersebut, dalam pertemuan yang diadakan hari ini. BHIT akan menerbitkan saham baru maksimal 10% melalui mekanisme non HMETD.
"Mereka berencana issue saham baru sebanyak 10% tanpa HMETD. Cuma kita mau melakukan evaluasi terlebih dahulu," jelas Eddy.
BEI berpandangan, manajamen BHIT masih mempunyai kewajiban untuk menjelaskan maksud penerbitan saham baru kepada publik. Sampai saat ini, penjelasan yang sudah ada masih belum cukup.
Untuk itulah, BEI akan melakukan pertemuan kembali dengan pihak manajeman demi mendapat penjelasan secara detail terkait aksi korporasi perseroan.
BEI hari ini, kembali mengenakan sanksi penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) atas saham BHIT, terhitung sejak perdagangan sesi I hari ini.
Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Hamdi Hassyarbaini dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, saham BHIT mengalami kenaikan harga saham kumulatif yang signifikan. BHIT mengalami kenaikan tajam Rp 485 (225,58%) menjadi Rp 700 pada perdagangan 9 Maret 2010.
Kabar yang berkembang, Bhakti berencana mengakuisisi salah satu perusahaan asuransi dan perusahaan tambang batu bara. Inilah yang disinyalir menyebabkan harga saham perseroan naik signifikan.
Padahal, harga saham BHIT masih sebesar Rp 215 pada 16 Februari 2010. Sebelumnya, BEI juga telah mengenakan sanksi suspensi atas saham BHIT pada 25 Februari 2010. Namun setelah dibuka, kenaikan harga dua saham tersebut tetap terjadi secara signifikan.
Oleh sebab itu, BEI kembali mengenakan suspensi pada dua saham tersebut terhitung sesi I hari ini di pasar reguler dan pasar tunai.
(wep/dro)
Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito saat ditemui di kantornya Gedung BEI SCBD Jakarta Rabu (10/3/2010).
Perseroan melaporkan rencana mereka kepada otoritas pasar modal tersebut, dalam pertemuan yang diadakan hari ini. BHIT akan menerbitkan saham baru maksimal 10% melalui mekanisme non HMETD.
"Mereka berencana issue saham baru sebanyak 10% tanpa HMETD. Cuma kita mau melakukan evaluasi terlebih dahulu," jelas Eddy.
BEI berpandangan, manajamen BHIT masih mempunyai kewajiban untuk menjelaskan maksud penerbitan saham baru kepada publik. Sampai saat ini, penjelasan yang sudah ada masih belum cukup.
Untuk itulah, BEI akan melakukan pertemuan kembali dengan pihak manajeman demi mendapat penjelasan secara detail terkait aksi korporasi perseroan.
BEI hari ini, kembali mengenakan sanksi penghentian sementara perdagangan saham (suspensi) atas saham BHIT, terhitung sejak perdagangan sesi I hari ini.
Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Hamdi Hassyarbaini dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, saham BHIT mengalami kenaikan harga saham kumulatif yang signifikan. BHIT mengalami kenaikan tajam Rp 485 (225,58%) menjadi Rp 700 pada perdagangan 9 Maret 2010.
Kabar yang berkembang, Bhakti berencana mengakuisisi salah satu perusahaan asuransi dan perusahaan tambang batu bara. Inilah yang disinyalir menyebabkan harga saham perseroan naik signifikan.
Padahal, harga saham BHIT masih sebesar Rp 215 pada 16 Februari 2010. Sebelumnya, BEI juga telah mengenakan sanksi suspensi atas saham BHIT pada 25 Februari 2010. Namun setelah dibuka, kenaikan harga dua saham tersebut tetap terjadi secara signifikan.
Oleh sebab itu, BEI kembali mengenakan suspensi pada dua saham tersebut terhitung sesi I hari ini di pasar reguler dan pasar tunai.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
