Impor Laptop, HP, dan PC Indonesia Didominasi Produk China
Rabu, 10/03/2010 17:13 WIB
Jakarta - Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, sepanjang tahun 2009 nilai realisasi impor 5 produk tertentu masih didominasi oleh produk elektronik. Impor produk elektronika tembus US$ 2,4 miliar, sebanyak 34%-nya berasal dari China selebihnya dari India dan Hong Kong.
"Dari nilai memang banyak elektronika yang terbanyak dalam bentuk HP, Laptop, dan PC, sebagian besar dari China jumlah totalnya US$ 2,4 miliar," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Diah Maulida saat ditemui di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (10/8/2010)
Selain itu kata Diah, untuk impor pakaian mencapai US$100 juta di antaranya dari China 42% selebihnya dari Spanyol dan Inggris. Untuk produk mainan mencapai US$ 46 juta terbanyak dari China yang mencapai 70%, selebihnya Hong Kong dan Malaysia.
Sedangkan untuk makanan dan minuman sebesar US$ 171 juta di antaranya yang terbesar dari Malaysia 18% selebihnya Thailand, China dan lain-lain. Untuk produk alas kaki (sepatu dan sandal) mencapai US$ 63 juta terbanyak masih dari China sebanyak 50% sisanya dari Singapura, Hong Kong, Vietnam, Spayol, dan lain-lain.
Diah juga mengatakan setelah mencabut izin 1325 importir terdaftar (IT) bagi 5 produk tertentu beberapa waktu lalu, pihaknya juga berencana akan melakukan pengecekan kembali bagi IT yang belum merealisasikan impornya.
Hingga kini jumlah IT untuk produk elektronik mencapai 1122 IT, pakaian 437 IT, mainan anak-anak 425 IT, makanan dan minuman 147 IT, alas kaki 216 IT.
"Sedang dicek yang punya IT tapi tidak impor," katanya.
Pihaknya juga masih memproses adanya usulan dimasukannya produk Jamu dan kosmetik ke dalam produk-produk tertentu oleh asosiasi. Saat ini masih dibahas oleh Kementerian Perindustrian mengenai produk detil apa saja dari jamu dan kosmetik yang akan masuk dalam importasi pelabuhan khusus.
"Tapi dari 228 yang untuk daya saing (A-CFTA), HS (harmonize system) hanya ada 1 HS kosmetik dan 1 HS jamu tetapi asosiasi memmasukkan lebih dari itu," katanya.
(hen/dnl)
"Dari nilai memang banyak elektronika yang terbanyak dalam bentuk HP, Laptop, dan PC, sebagian besar dari China jumlah totalnya US$ 2,4 miliar," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Diah Maulida saat ditemui di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (10/8/2010)
Selain itu kata Diah, untuk impor pakaian mencapai US$100 juta di antaranya dari China 42% selebihnya dari Spanyol dan Inggris. Untuk produk mainan mencapai US$ 46 juta terbanyak dari China yang mencapai 70%, selebihnya Hong Kong dan Malaysia.
Sedangkan untuk makanan dan minuman sebesar US$ 171 juta di antaranya yang terbesar dari Malaysia 18% selebihnya Thailand, China dan lain-lain. Untuk produk alas kaki (sepatu dan sandal) mencapai US$ 63 juta terbanyak masih dari China sebanyak 50% sisanya dari Singapura, Hong Kong, Vietnam, Spayol, dan lain-lain.
Diah juga mengatakan setelah mencabut izin 1325 importir terdaftar (IT) bagi 5 produk tertentu beberapa waktu lalu, pihaknya juga berencana akan melakukan pengecekan kembali bagi IT yang belum merealisasikan impornya.
Hingga kini jumlah IT untuk produk elektronik mencapai 1122 IT, pakaian 437 IT, mainan anak-anak 425 IT, makanan dan minuman 147 IT, alas kaki 216 IT.
"Sedang dicek yang punya IT tapi tidak impor," katanya.
Pihaknya juga masih memproses adanya usulan dimasukannya produk Jamu dan kosmetik ke dalam produk-produk tertentu oleh asosiasi. Saat ini masih dibahas oleh Kementerian Perindustrian mengenai produk detil apa saja dari jamu dan kosmetik yang akan masuk dalam importasi pelabuhan khusus.
"Tapi dari 228 yang untuk daya saing (A-CFTA), HS (harmonize system) hanya ada 1 HS kosmetik dan 1 HS jamu tetapi asosiasi memmasukkan lebih dari itu," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
