PLN Lepas PLTP Ijen dan Wilis ke Swasta
Rabu, 10/03/2010 18:33 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melepas beberapa proyek yang akan dikerjakannya dalam program 10.000 Megawatt (MW) Tahap II. Dua di antaranya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen (2x55 MW) dan PLTP Wilis (2x55 MW).
Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, pelepasan dua proyek PLTP tersebut karena Pemerintah Daerah (Pemda) setempat keberatan jika proyek-proyek itu dikerjakan PLN. Pasalnya, Pemda telah melakukan tender wilayah kerja panas bumi (WKP) sehingga sudah ada pemenang yang akan mengerjakan proyek itu.
"Jadi bukannya kami tidak mau, tapi karena Pemda sudah tender WKP. Jadi, kami serahkan itu ke mereka," ujar Dahlan saat dihubungi detikFinance, Rabu (10/3/2010).
Selain PLTP Ijen dan Wilis, lanjut Dahlan, ada beberapa pembangkit lainnya yang juga akan diserahkan ke kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Namun sayangnya, Dahlan enggan menyebutkan proyek-proyek mana saja yang akan dilepas BUMN listrik itu.
Seperti diketahui, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.02 tahun 2010 mengenai Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas serta Transmisi Terkait. Dalam Permen tersebut, telah menetapkan 93 lokasi pembangunan pembangkit dalam proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II.
Komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebanyak 39 persen di 44 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air 12 persen di 3 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap 33 persen di 42 lokasi, dan gas 16 persen di 4 lokasi.
Adapun total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan sebesar 10.153 MW yang terdiri 5.770 MW (57%) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan sebesar 4.383 MW (43%) di luar sistem Jamali.
Dari total kapasitas tersebut direncanakan akan dilaksanakan oleh PLN sebesar 5.118 MW (50%) di 21 lokasi dan pengembang listrik swasta sebesar 5.035 MW (50%) di 72 lokasi.
Sementara untuk transmisi terkait percepatan pemmbangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah untuk transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjangan jaringan sebesar 3.490 kms, yang terdiri atas 816 kms (23%) dibangun pada sistem Jamali dan sepanjang 2.674 kms (77%) dibangun di Jamali.
Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit dan transmisi sekitar US$ 16,343 miliar. Dari jumlah tersebut, untuk pembangkit sebesar US$ 15,96 miliar dan transmisi US$ 383 juta.
Pendanaan pembangunan pembangkit dan transmisi tersebut akan berasal dari APBN, anggaran internal PLN dan sumber dana yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.
(epi/dnl)
Menurut Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, pelepasan dua proyek PLTP tersebut karena Pemerintah Daerah (Pemda) setempat keberatan jika proyek-proyek itu dikerjakan PLN. Pasalnya, Pemda telah melakukan tender wilayah kerja panas bumi (WKP) sehingga sudah ada pemenang yang akan mengerjakan proyek itu.
"Jadi bukannya kami tidak mau, tapi karena Pemda sudah tender WKP. Jadi, kami serahkan itu ke mereka," ujar Dahlan saat dihubungi detikFinance, Rabu (10/3/2010).
Selain PLTP Ijen dan Wilis, lanjut Dahlan, ada beberapa pembangkit lainnya yang juga akan diserahkan ke kontraktor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Namun sayangnya, Dahlan enggan menyebutkan proyek-proyek mana saja yang akan dilepas BUMN listrik itu.
Seperti diketahui, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.02 tahun 2010 mengenai Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas serta Transmisi Terkait. Dalam Permen tersebut, telah menetapkan 93 lokasi pembangunan pembangkit dalam proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II.
Komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebanyak 39 persen di 44 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air 12 persen di 3 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap 33 persen di 42 lokasi, dan gas 16 persen di 4 lokasi.
Adapun total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan sebesar 10.153 MW yang terdiri 5.770 MW (57%) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan sebesar 4.383 MW (43%) di luar sistem Jamali.
Dari total kapasitas tersebut direncanakan akan dilaksanakan oleh PLN sebesar 5.118 MW (50%) di 21 lokasi dan pengembang listrik swasta sebesar 5.035 MW (50%) di 72 lokasi.
Sementara untuk transmisi terkait percepatan pemmbangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah untuk transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjangan jaringan sebesar 3.490 kms, yang terdiri atas 816 kms (23%) dibangun pada sistem Jamali dan sepanjang 2.674 kms (77%) dibangun di Jamali.
Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit dan transmisi sekitar US$ 16,343 miliar. Dari jumlah tersebut, untuk pembangkit sebesar US$ 15,96 miliar dan transmisi US$ 383 juta.
Pendanaan pembangunan pembangkit dan transmisi tersebut akan berasal dari APBN, anggaran internal PLN dan sumber dana yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
