Siapa Paling Pas Jadi Deputi Gubernur BI Paling Krusial?
Kamis, 11/03/2010 08:46 WIB
Jakarta - Pengawasan bank oleh Bank Indonesia sedang jadi sorotan tajam setelah mencuatnya kasus Bank Century. Pemilihan Deputi Gubernur BI bidang pengawasan pun tampaknya akan menjadi seru.
Deputi ini rencananya akan segera dipilih satu bulan mendatang setelah DPR menyelesaikan masa resesnya, setelah sebelumnya BI mengusulkan 3 nama calonnya.
DPR yang berwenang untuk memilih dan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) juga telah mendapatkan surat resmi dari Presiden mengenai calon-calon yang akan menempati jabatan yang saat ini masih dipegang oleh Siti Chalimah Fadjrijah tersebut.
Adalah Perry Warjiyo (BI), Halim Alamsyah (BI) dan Krisna Wijaya (komisaris Bank Danamon) yang ditetapkan oleh Presiden sebagai calon-calon yang akan menempati salah satu jabatan krusial di bank sentral itu.
Ekonom Kepala PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tony Prasetiantono berpendapat bahwa Pery Warjiyo dan Halim Alamsyah adalah dua kader BI yang terbaik saat ini.
"Mereka paling senior, pangkatnya sudah mentok sebagai Direktur yang paling tinggi grade-nya," ujar Tony kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (11/03/2010).
Bahkan, lanjutnya Perry pernah bertugas menduduki jabatan di International Monetary Fund (IMF). "Kedua orang ini sudah tidak diragukan kapabilitasnya," tambahnya.
Namun Tony berpendapat, karena posisi yang akan ditempati adalah pengawasan dimana BI baru terkena "badai Century" maka pos ini paling cocok diberikan kepada bankir komersial (commercial banker).
"Dimana orang tersebut yang berpengalaman dan yang bisa mengendus lebih cepat ketika terjadi ketidakwajaran pada bank umum yang diawasi," ungkap Tony.
Jadi, Tony menilai sosok Krisna Wijaya yang menurutnya lebih cocok untuk menggantikan Siti Chalimah Fadjrijah. "Perry dan Halim saya duga akan mengisi formasi Deputi Gubernur berikutnya yang nanti akan expired (habis masa jabatannya)," jelasnya.
Lebih lanjut Tony memaparkan, tantangan terbesar BI memang terdapat pada pengawasan bank. Terlebih sesudah kasus Century dan menjelang terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir 2010 ini.
"Maka Krisna Wijaya yang nantinya harus berkontribusi signifikan dalam aspek ini," tutup Tony.
(dru/qom)
Deputi ini rencananya akan segera dipilih satu bulan mendatang setelah DPR menyelesaikan masa resesnya, setelah sebelumnya BI mengusulkan 3 nama calonnya.
DPR yang berwenang untuk memilih dan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) juga telah mendapatkan surat resmi dari Presiden mengenai calon-calon yang akan menempati jabatan yang saat ini masih dipegang oleh Siti Chalimah Fadjrijah tersebut.
Adalah Perry Warjiyo (BI), Halim Alamsyah (BI) dan Krisna Wijaya (komisaris Bank Danamon) yang ditetapkan oleh Presiden sebagai calon-calon yang akan menempati salah satu jabatan krusial di bank sentral itu.
Ekonom Kepala PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Tony Prasetiantono berpendapat bahwa Pery Warjiyo dan Halim Alamsyah adalah dua kader BI yang terbaik saat ini.
"Mereka paling senior, pangkatnya sudah mentok sebagai Direktur yang paling tinggi grade-nya," ujar Tony kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (11/03/2010).
Bahkan, lanjutnya Perry pernah bertugas menduduki jabatan di International Monetary Fund (IMF). "Kedua orang ini sudah tidak diragukan kapabilitasnya," tambahnya.
Namun Tony berpendapat, karena posisi yang akan ditempati adalah pengawasan dimana BI baru terkena "badai Century" maka pos ini paling cocok diberikan kepada bankir komersial (commercial banker).
"Dimana orang tersebut yang berpengalaman dan yang bisa mengendus lebih cepat ketika terjadi ketidakwajaran pada bank umum yang diawasi," ungkap Tony.
Jadi, Tony menilai sosok Krisna Wijaya yang menurutnya lebih cocok untuk menggantikan Siti Chalimah Fadjrijah. "Perry dan Halim saya duga akan mengisi formasi Deputi Gubernur berikutnya yang nanti akan expired (habis masa jabatannya)," jelasnya.
Lebih lanjut Tony memaparkan, tantangan terbesar BI memang terdapat pada pengawasan bank. Terlebih sesudah kasus Century dan menjelang terbentuknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhir 2010 ini.
"Maka Krisna Wijaya yang nantinya harus berkontribusi signifikan dalam aspek ini," tutup Tony.
(dru/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
