UU Lingkungan Bisa Pangkas Produksi Pertamina EP
Kamis, 11/03/2010 13:58 WIB
Jakarta - Produksi PT Pertamina EP diperkirakan akan terpangkas sebesar 61.000 barel per hari minyak dan 77 juta standari kaki kubik per hari (MMSCFD), jika pemerintah tidak menunda pemberlakukan Undang-undang No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.
"Saat ini rata-rata produksi kita sekitar 130.000 bph dan 1.040 MMSCFD. Jadi produksi minyak terpotong separuhya kalau itu tidak ditunda," kata Manager Humas Pertamina EP M. Harun di Restoran Sate Senayan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (10/3/2010).
Harun menyatakan, untuk menghindari penurunan produksi migas tersebut maka pihaknya mengusulkan agar penerapan UU PPLH pada 1 April ditunda selama tiga tahun. Penundaan tersebut diperlukan agar Pertamina EP dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya, dapat mempersiapkan infrastruktur tambahan untuk memenuhi ketentuan batas baku mutu lingkungan sesuai UU tersebut.
"Penambahan fasilitas ini tentunya juga akan menambah beban cost recovery," Jelasnya.
Harun mengatakan saat ini pihaknya masih menghitung tambahan investasi yang diperlukan perseroan untuk membangun instalasi pengelolaan air, pengeboran sumur injeksi serta fasilitas pemipaan.
"Sedang kami kalkulasikan, saya tidak bisa perkirakan," ungkapnya.
(epi/dnl)
"Saat ini rata-rata produksi kita sekitar 130.000 bph dan 1.040 MMSCFD. Jadi produksi minyak terpotong separuhya kalau itu tidak ditunda," kata Manager Humas Pertamina EP M. Harun di Restoran Sate Senayan, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (10/3/2010).
Harun menyatakan, untuk menghindari penurunan produksi migas tersebut maka pihaknya mengusulkan agar penerapan UU PPLH pada 1 April ditunda selama tiga tahun. Penundaan tersebut diperlukan agar Pertamina EP dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya, dapat mempersiapkan infrastruktur tambahan untuk memenuhi ketentuan batas baku mutu lingkungan sesuai UU tersebut.
"Penambahan fasilitas ini tentunya juga akan menambah beban cost recovery," Jelasnya.
Harun mengatakan saat ini pihaknya masih menghitung tambahan investasi yang diperlukan perseroan untuk membangun instalasi pengelolaan air, pengeboran sumur injeksi serta fasilitas pemipaan.
"Sedang kami kalkulasikan, saya tidak bisa perkirakan," ungkapnya.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
