Industri Mamin Kecil Masih Rentan Gunakan Bahan Berbahaya
Kamis, 11/03/2010 15:34 WIB
Jakarta - Pemerintah menyadari hingga kini Industri makanan dan minuman (mamin) skala kecil masih rentan untuk menggunakan bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan. Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat bagi proses produksi mamin di dalam negeri termasuk usaha kecil.
Dirjen Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi mengatakan, dalam rangka memperkuat industri mamin dalam negeri, industi mamin skala keci harus dijaga kualitas produknya apalagi dari penggunaan bahan-bahan berbahaya.
Ia mengatakan penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti borax dan formalin harus dihindari. Menurutnya industri mamin apa pun ukuran skala industrinya harus menyediakan produk-produk yang higienis, sehingga aturan-aturan mengenai higienis dan keamanan produk perlu diperketat.
"Faktanya 75% industri mamin kecil belum terapkan ini. langkah yang dilakukan adalah penerapan GMP, CPMP, dan SNI wajib untuk beberapa komoditi, standar pangan," katanya di sela-sela Rapat Umum Anggota Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/10/2010).
Sehingga dengan kondisi ini pemerintah secara bertahap akan menerapkan ketentuan-ketentuan keamanan pangan bagi indusri mamin kecil agar standar produk yang bermutu tetap dijaga bagi pelaku mamin kecil.
"Industri kecil juga harus diperlakukan sama, makanya sekarang dilakukan bertahap," katanya.
(hen/dnl)
Dirjen Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi mengatakan, dalam rangka memperkuat industri mamin dalam negeri, industi mamin skala keci harus dijaga kualitas produknya apalagi dari penggunaan bahan-bahan berbahaya.
Ia mengatakan penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti borax dan formalin harus dihindari. Menurutnya industri mamin apa pun ukuran skala industrinya harus menyediakan produk-produk yang higienis, sehingga aturan-aturan mengenai higienis dan keamanan produk perlu diperketat.
"Faktanya 75% industri mamin kecil belum terapkan ini. langkah yang dilakukan adalah penerapan GMP, CPMP, dan SNI wajib untuk beberapa komoditi, standar pangan," katanya di sela-sela Rapat Umum Anggota Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/10/2010).
Sehingga dengan kondisi ini pemerintah secara bertahap akan menerapkan ketentuan-ketentuan keamanan pangan bagi indusri mamin kecil agar standar produk yang bermutu tetap dijaga bagi pelaku mamin kecil.
"Industri kecil juga harus diperlakukan sama, makanya sekarang dilakukan bertahap," katanya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
