TDL Batal Naik, Subsidi Listrik Harus Ditambah Rp 6,8 Triliun
Kamis, 11/03/2010 16:07 WIB
Jakarta - Jika DPR menolak usulan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per Juli 2010, maka pemerintah harus mengeluarkan tambahan subsidi listrik sebesar Rp 6,8 triliun. Dengan asumsi tidak ada anggaran lain yang dipangkas, maka defisit APBN-P 2010 pun bisa naik menjadi 2,2%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, sesuai dengan UU APBN, maka TDL memang seharusnya sudah naik sejak Januari 2010.
"Tapi kita melakukan delay karena masyarakat perlu dijaga kondisinya, confident-nya supaya pemulihan ekonomi punya akar yang kuat," jelas Sri Mulyani saat memberikan penjelasan mengenai RAPBN 2010 bersama dengan analis di kantornya, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya memang tidak bisa memprediksi apakah DPR akan menyetujui rencana kenaikan TDL sesuai dengan UU APBN tersebut. Hanya saja ia pernah membaca pernyataan Ketua Badan Anggaran DPR RI, Harry Azhar Azis yang menyatakan pemerintah perlu mengurangi subsidi.
"Tapi saya kan tidak bisa meraba (keinginan) Dewan," tegasnya.
Jika kemudian DPR menolak usulan kenaikan TDL 15% per Juli 2010, maka setidaknya ada dua pilihan untuk mengatasi tambahan subsidi listrik Rp 6,8 triliun itu.
Pertama, defisit APBNP 2010 tetap dijaga pada 2,1%, namun untuk mengatasi tambahan subsidi listrik tersebut sejumlah anggaran program lain bisa saja dipangkas. Misalnya saja dana infrastruktur, rehabilitasi Padang atau lainnya.
Kedua, anggaran program tidak dipangkas namun defisit dibiarkan bertambah menjadi 2,2%.
Seperti diketahui, dalam RAPBN-P 2010, pemerintah menyiapkan subsidi listrik sebesar Rp 54,5 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam APBN 2010 yang ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun.
Pemerintah juga tetap menaikkan marjin untuk PLN sebesar 5%. Menurut Sri Mulyani, tambahan marjin itu ditujukan agar kondisi keuangan PLN tetap terjaga dengan baik.
"Kondisi keuangan PLN harus dijaga karena dia punya misi besar. Jika PLN sehat, risiko tidak terjadi, tidak default sehingga jaminan pemerintah tidak terjadi," urai Sri Mulyani.
(qom/dnl)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, sesuai dengan UU APBN, maka TDL memang seharusnya sudah naik sejak Januari 2010.
"Tapi kita melakukan delay karena masyarakat perlu dijaga kondisinya, confident-nya supaya pemulihan ekonomi punya akar yang kuat," jelas Sri Mulyani saat memberikan penjelasan mengenai RAPBN 2010 bersama dengan analis di kantornya, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya memang tidak bisa memprediksi apakah DPR akan menyetujui rencana kenaikan TDL sesuai dengan UU APBN tersebut. Hanya saja ia pernah membaca pernyataan Ketua Badan Anggaran DPR RI, Harry Azhar Azis yang menyatakan pemerintah perlu mengurangi subsidi.
"Tapi saya kan tidak bisa meraba (keinginan) Dewan," tegasnya.
Jika kemudian DPR menolak usulan kenaikan TDL 15% per Juli 2010, maka setidaknya ada dua pilihan untuk mengatasi tambahan subsidi listrik Rp 6,8 triliun itu.
Pertama, defisit APBNP 2010 tetap dijaga pada 2,1%, namun untuk mengatasi tambahan subsidi listrik tersebut sejumlah anggaran program lain bisa saja dipangkas. Misalnya saja dana infrastruktur, rehabilitasi Padang atau lainnya.
Kedua, anggaran program tidak dipangkas namun defisit dibiarkan bertambah menjadi 2,2%.
Seperti diketahui, dalam RAPBN-P 2010, pemerintah menyiapkan subsidi listrik sebesar Rp 54,5 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam APBN 2010 yang ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun.
Pemerintah juga tetap menaikkan marjin untuk PLN sebesar 5%. Menurut Sri Mulyani, tambahan marjin itu ditujukan agar kondisi keuangan PLN tetap terjaga dengan baik.
"Kondisi keuangan PLN harus dijaga karena dia punya misi besar. Jika PLN sehat, risiko tidak terjadi, tidak default sehingga jaminan pemerintah tidak terjadi," urai Sri Mulyani.
(qom/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
