Pemboikotan DPR atas Sri Mulyani Punya Konsekuensi Berat
Kamis, 11/03/2010 17:27 WIB
Jakarta - Niat DPR untuk memboikot kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat-rapat di DPR termasuk dalam pembahasan RAPBN 2010 bisa membawa konsekuensi berat ke perekonomian Indonesia.
Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai wacana pemboikotan APBN oleh DPR bukanlah hal yang bijaksana. DPR harus lebih dewasa dan perlu mencari media lain untuk menunjukan kekuatannya.
"Saya usulkan ke DPR, cari jalan lain kalau ingin mencari ajang untuk exercise kekuatan politik. Klo di (Pansus) Bank Century tidak apa-apa," sindirnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Purbaya mengungkapkan jika pemboikotan benar-benar terjadi, maka kondisi perekonomian rakyat berada dalam status bahaya. Pasalnya, tanpa gangguan pemboikotan daya serap APBN tergolong lamban.
"Apa lagi nanti kalau diganggu oleh DPR, persetujuan anggarannya lama sehingga orang tidak berani mengeluarkan uang untuk belanja segala hal dan itu bisa membawa berat kepada ke perekonomian kita," ujarnya.
Purbaya menganggap rapat-rapat DPR kerap kali diajadikan ajang unjuk kekuatan para anggota DPR. Namun tidaklah bijaksana jika membahayakan kepentingan masyarakat secara luas.
"Hal yang biasa membahayakan ekonomi dan rakyat sebaiknya dihindari sebisa mugkin, jadi mereka harus bisa lebih dewasa dari sekarang," jelasnya.
Sedangkan Ekonom Standard Chartered Fauzi menilai aksi pemboikotan tersebut bisa mengganggu Indonesia dalam memanfaatkan momentum. Indonesia, lanjutnya, sekarang sudah dianggap sebagai salah satu negara di Asia yang keadaan politiknya paling stabil dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, dan China.
"Kalau kita melihat fundametal perekonomian Indonesia pertumbuhan Indonesia tahun lalu 4,5% tertinggi di G20, variabel lainnya misalkan utang luar negeri turun, inflasi turun walaupun diperkirakan akan naik tahun ini kalau kita lihat dari sisi ekonomi positif maka cerita mengenai Indonesia kalau jadi diboikot yang sudah positif di internasional bisa terpengaruh oleh faktor ketidakpastian politik," jelas Fauzi.
Seperti diketahui, sejumlah anggota DPR menyuarakan boikot terhadap pihak-pihak yang dianggap bersalah dalam bailout Bank Century seperti Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Mereka meminta pihak-pihak yang dianggap bersalah tidak diundang dalam acara-acara di DPR.
Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis mengaku pihaknya siap memboikot kehadiran Sri Mulyani termasuk dalam pembahasan APBN jika memang paripurna DPR memutuskan hal tersebut.
(nia/qom)
Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai wacana pemboikotan APBN oleh DPR bukanlah hal yang bijaksana. DPR harus lebih dewasa dan perlu mencari media lain untuk menunjukan kekuatannya.
"Saya usulkan ke DPR, cari jalan lain kalau ingin mencari ajang untuk exercise kekuatan politik. Klo di (Pansus) Bank Century tidak apa-apa," sindirnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Purbaya mengungkapkan jika pemboikotan benar-benar terjadi, maka kondisi perekonomian rakyat berada dalam status bahaya. Pasalnya, tanpa gangguan pemboikotan daya serap APBN tergolong lamban.
"Apa lagi nanti kalau diganggu oleh DPR, persetujuan anggarannya lama sehingga orang tidak berani mengeluarkan uang untuk belanja segala hal dan itu bisa membawa berat kepada ke perekonomian kita," ujarnya.
Purbaya menganggap rapat-rapat DPR kerap kali diajadikan ajang unjuk kekuatan para anggota DPR. Namun tidaklah bijaksana jika membahayakan kepentingan masyarakat secara luas.
"Hal yang biasa membahayakan ekonomi dan rakyat sebaiknya dihindari sebisa mugkin, jadi mereka harus bisa lebih dewasa dari sekarang," jelasnya.
Sedangkan Ekonom Standard Chartered Fauzi menilai aksi pemboikotan tersebut bisa mengganggu Indonesia dalam memanfaatkan momentum. Indonesia, lanjutnya, sekarang sudah dianggap sebagai salah satu negara di Asia yang keadaan politiknya paling stabil dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, dan China.
"Kalau kita melihat fundametal perekonomian Indonesia pertumbuhan Indonesia tahun lalu 4,5% tertinggi di G20, variabel lainnya misalkan utang luar negeri turun, inflasi turun walaupun diperkirakan akan naik tahun ini kalau kita lihat dari sisi ekonomi positif maka cerita mengenai Indonesia kalau jadi diboikot yang sudah positif di internasional bisa terpengaruh oleh faktor ketidakpastian politik," jelas Fauzi.
Seperti diketahui, sejumlah anggota DPR menyuarakan boikot terhadap pihak-pihak yang dianggap bersalah dalam bailout Bank Century seperti Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Mereka meminta pihak-pihak yang dianggap bersalah tidak diundang dalam acara-acara di DPR.
Ketua Badan Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis mengaku pihaknya siap memboikot kehadiran Sri Mulyani termasuk dalam pembahasan APBN jika memang paripurna DPR memutuskan hal tersebut.
(nia/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
