DPR: Kenaikan TDL Tak Ada Artinya Kalau PLN Gini-gini Aja
Jumat, 12/03/2010 12:20 WIB
Jakarta - DPR siap mempertanyakan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% pada Juli mendatang. Namun kenaikan TDL dinilai bakal tidak ada artinya jika PLN tidak melakukan perbaikan.
Ketua Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Azis mengatakan, Badan Anggaran DPR tidak akan begitu saja menerima usulan tambahan subsidi dalam APBN-P 2010 dan juga usulan kenaikan TDL sebesar 15 persen yang akan diajukan pemerintah.
"Rp 16,7 triliun itu untuk apa? Komponennya apa saja? Untuk kenaikan TDL 15 persen itu hitungannya bagaimana? Orang kaya sama orang yang kurang mampu kalau kenaikannya sama, itu kan tidak fair," ujar Harry saat dihubungi detikFinance, Jumat (12/3/2010).
Harry juga mengusulkan agar kinerja PLN perlu diaudit. Pasalnya usulan tambahan subsidi listrik dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang akan diajukan pemerintah, menunjukkan BUMN listrik itu gagal melakukan efisiensi yang dijanjikannya.
"PLN bilang ingin efisien tapi malah minta tambahan subsidi dan TDL mau naik, itukan lucu. Makanya kinerja PLN ini harus diaudit," ujarnya.
Menurut dia, dengan mulai beroperasinya pembangkit-pembangkit yang beralih dari menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke batubara dan gas seharusnya Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik bisa ditekan sehingga seharusnya PLN bisa menghemat subsidi, bukan malah meminta tambahan subsidi.
Ia juga meminta jika Panggar DPR menyetujui usulan yang diajukan pemerintah maka PLN harus bisa menjamin kualitas layanan listrik ke masyarakat akan ditingkatkan.
"Kalau pola kerja PLN masih kayak gini, tambahan subsidi dan kenaikan TDL itu tidak artinya," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berniat menaikkan TDL sebesar 15% per Juli 2010. Rencana itu mundur dari semula yang dijadwalkan per Januari 2010.
Dalam RAPBN-P 2010, pemerintah menyiapkan subsidi listrik sebesar Rp 54,5 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam APBN 2010 yang ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun. Pemerintah juga tetap menaikkan marjin untuk PLN sebesar 5%.
(epi/qom)
Ketua Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Azis mengatakan, Badan Anggaran DPR tidak akan begitu saja menerima usulan tambahan subsidi dalam APBN-P 2010 dan juga usulan kenaikan TDL sebesar 15 persen yang akan diajukan pemerintah.
"Rp 16,7 triliun itu untuk apa? Komponennya apa saja? Untuk kenaikan TDL 15 persen itu hitungannya bagaimana? Orang kaya sama orang yang kurang mampu kalau kenaikannya sama, itu kan tidak fair," ujar Harry saat dihubungi detikFinance, Jumat (12/3/2010).
Harry juga mengusulkan agar kinerja PLN perlu diaudit. Pasalnya usulan tambahan subsidi listrik dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang akan diajukan pemerintah, menunjukkan BUMN listrik itu gagal melakukan efisiensi yang dijanjikannya.
"PLN bilang ingin efisien tapi malah minta tambahan subsidi dan TDL mau naik, itukan lucu. Makanya kinerja PLN ini harus diaudit," ujarnya.
Menurut dia, dengan mulai beroperasinya pembangkit-pembangkit yang beralih dari menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke batubara dan gas seharusnya Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik bisa ditekan sehingga seharusnya PLN bisa menghemat subsidi, bukan malah meminta tambahan subsidi.
Ia juga meminta jika Panggar DPR menyetujui usulan yang diajukan pemerintah maka PLN harus bisa menjamin kualitas layanan listrik ke masyarakat akan ditingkatkan.
"Kalau pola kerja PLN masih kayak gini, tambahan subsidi dan kenaikan TDL itu tidak artinya," jelasnya.
Seperti diketahui, pemerintah berniat menaikkan TDL sebesar 15% per Juli 2010. Rencana itu mundur dari semula yang dijadwalkan per Januari 2010.
Dalam RAPBN-P 2010, pemerintah menyiapkan subsidi listrik sebesar Rp 54,5 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam APBN 2010 yang ditetapkan sebesar Rp 37,8 triliun. Pemerintah juga tetap menaikkan marjin untuk PLN sebesar 5%.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 21:58 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
41 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
